1976-09-16 Presiden Soeharto Bahas Harga Dasar Gabah dan Pupuk

Presiden Soeharto Bahas Harga Dasar Gabah dan Pupuk[1]

 

KAMIS, 16 SEPTEMBER 1976 Dari pukul 10.15 pagi hingga pukul 12.45 siang ini, Presiden Soeharto mengadakan rapat penting dengan sejumlah menteri dan pejabat di Jalan Cendana. Mereka yang hadir dalam rapat tersebut adalah Menteri Negara Ekuin/Ketua Bappenas, Menteri/Sekretaris Negara, Menteri Pertambangan dan Energi, Menteri Keuangan, Menteri PAN, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja-Transmigrasi dan Koperasi, Menteri Pedagangan, Menteri Perhubungan, Kepala Bulog, dan Gubernur Bank Sentral.

Rapat tersebut antara lain memutuskan untuk menurunkan harga pupuk, dan menaikkan harga pembelian dasar padi/gabah dari petani. Sehubungan dengan itu, maka harga perkilogram pupuk diturunkan dari Rp 80,- menjadi Rp 70,-. Harga dasar padi/gabah kering di tingkat desa dinaikkan dari Rp 67,50 sekilogramnya menjadi Rp 70,-, sedangkan harga di tingkat BUUD/KUD dinaikkan dari Rp 68,50 menjadi Rp 71 per kilogram.

Untuk mendukung kebijaksanaan tersebut, diputuskanan pula bahwa penyaluran pupuk untuk program Bimas dilakukan melalui BUUD/KUD. Bilamana di suatu tempat tidak terdapat BUUD/KUD, maka penyaluran pupuk dapat dilakukan pengecer-pengecer lainnya. Sekalipun ada keharusan itu, akan tetapi tidak ada larangan menjual pupuk secara bebas atau penjualan antar pulau.

Keputusan tersebut merupakan langkah-langkah yang diambil dalam rangka meningkatkan penghasilan petani dan menjamin produksi pangan pada musim kemarau sekarang ini. Sementara itu, langkah untuk menuruhkan harga pupuk dapat dilakukan, karena persediaan pupuk cukup memadai, sehubungan dengan telah berproduksinya pabrik pupuk Pusri III.(AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 393-394. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.