1988-04-06 Presiden Soeharto Menerima Dubes Aljazair dan Inggris

Presiden Soeharto Menerima Dubes Aljazair dan Inggris [1]

 

RABU, 6 APRIL 1988 Secara berturut-turut, pagi ini Kepala Negara menerima surat-surat kepercayaan dari duta besar Aljazair dan Inggris yang baru. Kedua upacara tersebut berlangsung di Istana Merdeka.

Ketika menerima surat kepercayaan Duta Besar Aljazair, Ahmed Amine Kherbi, Presiden Soeharto menyatakan kegembiraannya bahwa hubungan persahabatan dan kerjasama antara kedua bangsa yang telah terjalin erat selama ini dapat terus dibina dan ditingkatkan, baik secara bilateral maupun multilateral. Selanjutnya dikatakan oleh Kepala Negara bahwa sebagai sesama negara yang sedang membangun, kita sama-sama memperjuangkan terwujudnya dunia yang penuh kemajuan dan keadilan. Perjuangan negara-negara yang sedang membangun masih akan berjalan panjang dan penuh ujian. Dunia masih jauh dari suasana damai, padahal perdamaian itu akan membantu kelancaran pembangunan bangsa-bangsa. Keadaan dunia juga masih penuh dengan ketidakpastian. Karena itu, demikian Presiden, diperlukan solidaritas yang kuat di kalangan negara-negara yang sedang membangun untuk meningkatkan perjuangan guna mewujudkan dunia yang damai, maju, dan adil.

Dalam pada itu kepada Duta Besar Inggris, WKK White, Presiden Soeharto menyatakan penghargaan atas niatnya untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara di segala bidang. Kepala Negara mengharapkan semoga peningkatan hubungan kerjasama itu sedikit banyak dapat merupakan sumbangan bersama kearah pergaulan dunia yang lebih saling berpengertian dan lebih terasa damai.

Dalam hubungan itu, Presiden menjelaskan bahwa ASEAN telah menegaskan lagi kemauan politiknya untuk meningkatkan kerjasama, bukan saja bagi kepentingan regional, tetapi juga bagi kepentingan global. Dikatakannya bahwa tekad negara-negara ASEAN untuk menciptakan Asia Tenggara menjadi kawasan yang damai, bebas dan netral, bukan saja bagi kesinambungan, kelancaran, dan keberhasilan pembangunan nasional masing-masing negara, tetapi juga sebagai sumbangan yang nyata dari negara-negara ASEAN bagi terwujudnya suatu dunia yang lebih aman, lebih damai, lebih maju, dan lebih sejahtera.  (DTS)

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 21 Maret 1988 – 11 Maret 1993”, hal 14. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: Nazaruddin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.