350 ANGGOTA ANGKATAN DARAT DI IBUKOTA DITANGKAP

350 ANGGOTA ANGKATAN DARAT DI IBUKOTA DITANGKAP

. Diantaranja Terdapat Para Perwira

. Kader2 PKI Dengan Kode F Berkeliaran Dimana-mana [1]

 

Djakarta, Kompas

Pangdam V/Djaya Majdjen Amir Machmud menjatakan Sabtu pagi diaula Kodam, bahwa sedjumlah 350 orang anggota Angkatan Darat di wilajah ibukota telah ditangkap karena ada indikasi terlibat dalam G-30-S/PKI. Mereka terdiri dari perwira tinggi, perwira menengah, perwira pertama, bintara dan tamtama. Diantara mereka jang ditahan itu ada djuga anggota2 jang mempunjai hubungan dengan peristiwa “Blitar Selatan”.

Pernjataan Panglima itu diungkapkan dalam pertemuannja dengan pimpinan partai politik/organisasi massa tingkat Pusat dan Djaya.

Selandjutnja Panglima mensinjalir adanja sardjana2 Indonesia lulusan universitas2 negara komunis jang mendjadikan Djakarta sebagai “pusat pemikiran bagi penjusunan konsep baru PKI”. Mereka berasal dari universitas Persahabatan Patrice Lumumba di Moskwa, Lumanov dan universitas2 di Peking.

Taktik “Gunung Es” Jang Berbahaja

Pada pertemuan dengan pemimpin2 partai politik dan organisasi massa itu djuga diputarkan tape recorder hasil pemeriksaan tokoh2 PKI jang termasuk kader pilihan. Antara lain dari seorang tokoh Gestapu/PKI anggota Departemen Luar Negeri DD PKI jang baru2 ini tertangkap.

Dari rekaman itu diketahui betapa gigihnja usaha2 PKI mengadakan penetrasi dan infiltrasi ke dalam tubuh parpol/ormas, djawatan2 instansi pemerintah dan kedalam tubuh ABRI. Mereka menjelundupkan anggota2nja, dengan taktik gunung es, jakni lebih banjak mentjetak kader2 illegal daripada legal. Djadinja sedikit jang tampak tetapi hakekatnja tersebar dimana2 tanpa diketahui. Kader2 jang diselundupkan itu, mempunjai nama Kode F.

Membentuk Demokrasi Rakjat

Selandjutnja dari rekan itu para tahanan mengetahui bahwa tudjuan PKI sekarang ialah mewudjudkan terbentuknja demokrasi rakjat. Untuk mentjapai hal itu mereka mengingatkan gerakan di desa2, mengatakan apa2 jang dinamakannja revolusi agraria, menggunakan gerakan gerilja seperti jang dilakukan di Blitar Selatan, akan ditingkatkan mendjadi perdjuangan bersendjata (perdjuta).

Dikota2 dengan aksi tertutupnja sabotase2 dan dengan aksi terbukanja berusaha membangkitkan organisasi2 massa untuk melantjarkan protes, mengeluarkan resolusi2 dan pernjataan. Untuk itu mereka menggunakan kekuatan massa buruh, mahasiswa, pemuda, peladjar, dan intelektuil, karena menurut mereka djumlah massa ini besar dinamis dan mempunjai kekuatan luar biasa.

Achirnja dalam pertemuan tsb. Panglima mengandjurkan pada pimpinan parpol/ormas agar djangan lengah dan mentjari djalan bersama bagaimana menutup aksi PKI itu. Setjara phisik bagi ABRI adalah mudah untuk menumpasnja tapi masalahnja ialah menghadapi kekuatan2 PKI jang menjelundup dalam tubuh parpol dan ormas serta lembaga2 lain. (DTS)

Sumber: KOMPAS (23/08/1968)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 203-204.

http://sifastore
Presiden Soeharto merupakan kader terbaik bangsa yang keseluruhan hidupnya dihabiskan untuk membangun bangsa ini. Mulai dari perjuangan fisik pada era kemerdekaan hingga perjuangan terwujudnya Tinggal Landas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses