PANGLIMA MAJDJEN DHARSONO AKUI: DALAM TUBUH SILIWANGI MASIH TERDAPAT OKNUM2 PKI
PANGLIMA MAJDJEN DHARSONO AKUI:
DALAM TUBUH SILIWANGI MASIH TERDAPAT OKNUM2 PKI [1]
Bandung, Sinar Harapan
Siliwangi harus bertindak objektif terhadap masjarakat maupun terhadap diri sendiri. Pembersihan dan penelitian kedalam adalah sjarat mutlak agar kita dapat membedakan siapa jang benar dan siapa jang salah.
Demikian dikatakan oleh Panglima Kodam VI/Siliwangi Majdjen HR Dharsono dalam briefingnja dihadapan para perwira Korem 63 Sunan Gunungdjati, karyawan ABRI, Muspida setempat Dan Koramil serta perwira Bataljon 314 di Madjalengka hari Sabtu jl setelah menghadiri timbang terima Komandan Bataljon 314 dari Major Sumarsono kepada Major Lukman Madewa.
”Nah kita harus bertindak tegas dan objektif guna menghindarkan kesalahan2 dan tindakan itu harus betul2 terarah kepada mereka jang njata2 bersalah.”
3 Golongan Masjarakat Tanggapi Tindakan Siliwangi
Menginggung tindakan jg dilakukan Siliwangi terhadap dirinja, Panglima Dharsono setjara blak2an mengatakan bahwa menurut pendapatnja ada 3 golongan masjarakat jang menanggapi tindakan2 jang dilakukan Siliwangi kedalam tubuhnja. Pertama, mereka jang merasa bangga dengan ketjekatan Siliwangi dapat mengetahui dan menumpas G-30-S/PKI dalam tubuhnja.
Kedua, mereka jang merasa sajang hal tsb terdjadi dalam tubuh Siliwangi (adanja oknum2 PKI dalam tubuh Siliwangi). Dan ketiga, mereka jang se-akan2 mentjemoohkan Siliwangi jang disandjung2nja ternjata dalam tubuhnja masih ada oknum2 PKI.
Dengan setjara terus terang Djenderal HR Dharsono mengakui bahwa dalam tubuh Siliwangi masih terdapat beberapa oknum PKI akan tetapi djumlahnja dapat dihitung dengan djari.
Daripada kita diam, lebih baik diakui tetapi diikuti dengan tindakan pembersihan supaja dalam tubuh kita tidak terdapat musuh2 dalam selimut. (DTS)
Sumber: SINAR HARAPAN (28/08/1968)
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 162.
