PRESIDEN PADA COMMANDER’S CALL ABRI : JANG MENGUSIK2 DWI FUNGSI ABRI TIDAK MENGHARGAI UUD’45
PRESIDEN PADA COMMANDER’S CALL ABRI :
JANG MENGUSIK2 DWI FUNGSI ABRI TIDAK MENGHARGAI UUD’45[1]
Djakarta, Angkatan Bersendjata
Didepan para peserta Commander’s Call ABRI Pres. Soeharto di Istana Negara hari Senin jl. mengingatkan bahwa walau pun masalah Pembangunan Lima Tahun merupakan pusat perhatian dan kegiatan kita dewasa ini akan tetapi hal itu haruslah tetap kita letakkan dalam rangkaian tiga masalah Nasional jang mendjadi urgensi perdjuangan Orde Baru.
Pertama, pertumbuhan kehidupan demokrasi jang sehat, kehidupan konstitusionil jang kuat dan tegaknja hukum jaitu tiga dari rangkaian asas jang penting dari pada tata kehidupan kebangsaan kita jang telah ditegaskan dalam Undang2, Kedua, Pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun, Ketiga, kewaspadaan terhadap bangkitnja kembali sisa2 kekuatan PKI dan segala bentuk penjelewengan terhadap Pantjasila dan UUD’45.
Hal tsb. perlu ditegaskan menurut Presiden oleh karena ternjata timbul berbagai kesan keliru dari sementara kalangan dalam masjarakat. Kesan jang seolah2 Pemerintah memprioritaskan Pembangunan dengan “mengabaikan” atau “menekan”, demokrasi seolah2 ada “pertentangan” pandangan antara kaum teknokrat dan kaum “demokrat” seolah2 masih adanja bahaja latent PKI didjadikan dalih oleh ABRI untuk mempertahankan kekuasaan dan tjampur tangan dalam pemerintahan, seolah2 ada bahaja militerisme, seolah2 kita telah berbelok ke Barat dsb. (DTS)
Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (06/03/1969)
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 345.
