MENKEU TTG PELAKSANAAN APBN 1986/1987
Jakarta, Antara
Menteri Keuangan Radius Prawiro mengatakan, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN) 1986/1987 berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak gejolak ekonomi di masyarakat.
Hal ini disebabkan oleh kebijaksanaan kebijaksanaan pemerintah yang dilakukan pada tahun anggaran itu seperti kebijaksanaan enam Mei, devaluasi dan sebagainya, kata Menteri kepada wartawan setelah melapor kepada Presiden Soeharto dikediaman. Cendana Jakarta, Sabtu.
Kebijaksanaan pemerintah seperti pengetatan dalam anggaran pembangunan maupun anggaran rutin ikut pula menghindarkan gejolak gejolak ekonorni dalam masyarakat.
Bahkan secara keseluruhan dalam tahun anggaran 1986/1987 ini ekspor Indonesia meningkat tujuh persen, kata Radius.
Mengenai inflasi dalam tahun anggaran 1986/1987, ia mengharapkan tidak akan terlalu tinggi. Sekarang ini tingkat inflasi itu sedang dihitung. Tahun anggaran ini akan berakhir 31 Maret 1987. Selama 11 bulan sejak April 1986 Iaju inflasi tercatat sekitar 9,11 persen, kata Menteri.
Kepada Presiden, Menteri melaporkan rancangan APBN Tambahan dan Perobahan (RAPBN/TP) 1986/1987 yang akan disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat tanggal 31 Maret mendatang.
“Kami tidak bicarakan BUMN dengan Presiden, kata Menteri Keuangan ketika ditanya wartawan. Narnun menteri mengatakan, walau dalarn keadaan sulit ternyata masih banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami keuntungan atau memperoleh deviden.”
Ketika ditanya kemungkinan adanya laporan laporan dari BUMN yang tidak wajar, Menteri mengatakan bahwa “orang boleh saja melaporkan omongan omongan, tetapi saya bekerja dengan angka angka” Kalau angka angka itu tidak cocok dengan apa yang dilaporkan maka pemerintah tentu akan minta pertanggung jawaban, kata Menteri. (LS) T/A04/H02/87-03-28-13:28
Sumber: ANTARA (28/03/1987)
Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 424-425.