Kebijakan Ekonomi Dimasa Orde Baru (Suatu Retrospektif)1 Kita semua menyadari bahwa ada kaitan yang erat antara kehidupan ekonomi dengan format politik. Hal ini mudah dimengerti karena kehidupan ekonomi berkenaan dengan upaya produksi, distribusi dan
“MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO” (Dialog Mengharukan Antara Presiden Soekarno-Letjen. Soeharto)1 Di saat demonstrasi mahasiswa mewarnai suasana Jakarta, di Istana Merdeka saya mengadakan dialog dengan Bung Karno. Itu menyambung pembicaraan mengenai situasi dan mengenai PKI.
“TRITURA BERKUMANDANG” (Bubarkan PKI, Bubarkan Kabinet Dwikora dan Turunkan Harga )1 Gaduh yang memuncak tidak terhenti, gerah meliputi dunia kampus mahasiswa. Di tengah suasana ini Kabinet Dwikora membuat langkah yang tambah menggoncangkan. Di bulan
SEMASA KESATUAN AKSI MAHASISWA BERMUNCULAN (Presiden Soekarno Sambil Menunjukkan Telunjukknya: “Nyoto, Kau Tolol, Mengobarkan Peristiwa yang Terkutuk Itu”)1 Pada tanggal 6 Oktober 1965 Presiden Soekarno memanggil kabinet untuk bersidang di Istana Bogor. Saya pun
Presiden Soeharto Kunjungi Australia, Selandia Baru dan Filipina1 MINGGU 06 PEBRUARI 1971, Pagi jam 10.00 WIB Presiden Soeharto beserta rombongan meninggalkan tanah air menuju negara-negara tetangga: Australia, Selandia Baru dan Filiphina. Keberangkatan Presiden dilepas
ANJURAN MAHASISWA TURUN KE DESA1 RABU 02 PEBRUARI 1972, Presiden Soeharto, menyarankan agar sebelum menjadi sarjana, para mahasiswa terlebih dahulu turun ke desa selama enam bulan untuk membantu usaha-usaha pembangunan di pedesaan. Demikian disampaikan