PRESIDEN BANYAK PELAKU POLITIK BELUM AMALKAN PANCASILA Jakarta, Suara Karya Presiden Soeharto menyimpulkan dalam praktek politik banyak pelaku politik belum mengamalkan Pancasila. Padahal dasar negara ini sudah dinyatakan sebagai satu-satunya asas oleh semua
Presiden Soeharto : JANGAN MUDAH UBAH TATANAN POLITIK BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD‘45 Jakarta, Suara Pembaruan Presiden Soeharto mengatakan, jangan mudah mengubah tatanan politik berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang sudah disepakati bersama
TINGGAL DIPERKUAT, SISTEM KEPEMIMPINAN NASIONAL Jakarta, Kompas Presiden Soeharto menegaskan sistem kepemimpinan nasional di Indonesia sudah ada, dan tinggal diperkuat terus-menerus sehingga semakin lama semakin berjalan dengan baik. Penegasan Kepala Negara itu disampaikan
PRESIDEN MINTA PEMILU TIDAK DICEMARKAN Jakarta, Media Indonesia Presiden Soeharto meminta seluruh jajaran ABRI untuk : mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 1997. “Usahakan dengan sekuat tenaga agar martabat pemilu sebagai wujud paling nyata kedaulatan
KETUA DPA SUDOMO : BILA INGIN MELAKUKAN KOREKSI, LEBIH BAIK LANGSUNG KE PRESIDEN Jakarta, Kompas Bila para mantan jenderal mempunyai masalah atau hendak melakukan koreksi terhadap negara dan pembangunan, lebih baik langsung
PRESIDEN : TINDAK TEGAS, PELANGGAR UU PEMILU Jakarta, Suara Karya Presiden Soeharto menegaskan, ABRl wajib mengamankan jalannya pemilihan umum (Pemilu) dan menjaga agar MPR dapai menunaikan tugas konstitusionalnya dengan lancar. Sebagai kekuatan sosial