KETUA MPRS DJENDERAL A.H. NASUTION : ABRI SEBAGAI KEKUATAN SOS-POL DITEGAKKAN OLEH SEDJARAH Bandung, Angkatan Bersendjata Posisi dan fungsi ABRI sebagai kekuatan sosial-politik sudah ditegakkan oleh sedjarah kita. Kemudian dengan kembali kepada UUD-45
JANG PENTING MEMANFAATKAN KEKARYAAN ABRI SE-BAIK2NJA Djakarta, Angkatan Bersendjata Kekaryaan ABRI pada waktu ini memang ada manfaatnja. Tetapi selalu ada bahajanja. Djadi jang terpenting ialah bagaimana tjaranja untuk memanfatkannja dengan tjara jang sehaik-baiknja,
MENGUASAI MEDAN PERANG Oleh: Wiratmo Soekito Djakarta, Angkatan Bersenjata MASALAH Dwi-fungsi ABRI seperti jang dikemukakan oleh Dr. Hatta dalam wawantjara dengan harian “Nusantara” baru2 ini (11-2-1969) mungkin merupakan suatu masalah jang
PANGAD KE MAKASSAR Djakarta, Angkatan Bersenjata PANGAD DJENDERAL M. PANGGABEAN hari ini akan bertindak selaku Irup serah terima djabatan PANGKOANDAIT dari Maj. Djen. Askari kepada Maj. Djen. Kemal Idris di Lapangan Terbang
PANGAD DJENDERAL M. PANGGABEAN PEMBARUAN STRUKTUR POLITIK * Agar Rakjat Dapat Bebas Menurut Tata Demokrasi Djakarta, Angkatan Bersenjata TNI-AD harus mensukseskan Repelita sebagai bukti bahwa Dwi Fungsi ABRI bukanlah bermaksud dan bertudjuan militerisme dan
K’KUATAN HANKAM UTK MELINDUNGI PEMBANGUNAN Bandung, Angkatan Bersendjata Pangad Djenderal M. Panggabean njatakan, bahwa sesuai dengan falsafah Negara Pantjasila dan Undang2 Dasar ’45, kita membangun kekuatan Hankam bukanlah untuk tudjuan perang, tetapi untuk