Keluarga Berencana, Masalah Peka Pada permulaan tahun 1970 Lembaga Keluarga Berencana saya lebur menjadi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dengan ini masalah-masalah yang berhubungan dengan keluarga berencana sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah dan
Mulai dengan Repelita I Kabinet Pembangunan I yang merupakan kombinasi antara tenaga-tenaga ahli dari lingkungan universitas dan ABRI, mengawali era baru kehidupan bangsa Indonesia. Tugas pokok Kabinet ini saya tetapkan dengan sebutan
Renungan di Tengah Keluarga Saya memilih tinggal di Jalan Cendana No. 8, di daerah Menteng dan tidak pindah ke Istana Merdeka. Saya mengambil keputusan ini bukan karena tidak mau, melainkan demi kepentingan
Diangkatlah Saya Jadi Presiden RI yang Kedua Para mahasiswa masih terus mengkritik pemerintah. Padahal sebentar lagi akan dilangsungkan Sidang Umum V MPRS; di bulan Maret. Maka saya terima para mahasiswa itu dan bicara
Ke Arah Tangga Baru Langkah-langkah saya lakukan ke arah terwujudnya keputusan-keputusan MPRS yang dibebankan kepada saya. Pertama-tama ketentraman yang harus didapatkan dan dipelihara. Yang ngotot ngototan saya tekan, dari pihak mana pun datangnya.
Yang Menang Kita Bersama Sementara di Jakarta DPR-GR sibuk dengan mengundang MPRS untuk mengadakan Sidang Istimewa, di daerah pegunungan Kendeng, di desa Nginggil; perbatasan Kabupaten Ngawi dan Blora, Jawa Tengah, muncul percobaan