DELEGASI BULOG BERADA DI VIETNAM

DELEGASI BULOG BERADA DI VIETNAM

Jakarta, Antara

Lima delegasi Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini berada di Hanoi, Vietnam untuk kunjungan satu minggu sejak Senin lalu guna meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral.

Kepala Humas Bulog, Suharjono mengatakan di Jakarta Rabu, delegasi tersebut terdiri atas Wakil Kepala Bulog, Sukriya Atmaja, sebagai ketua delegasi, dengan anggota Kepala Biro Pemeliharaan Bulog, Layuk Allo, Direktur Utama Bank Duta, Drs. Abdulgani dan dua pengusaha Indonesia.

Pengiriman delegasi yang merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Ketua Dewan Menteri/Ketua Komisi Perencanaan Negara, Vietnam, Yo Van Kiet beserta 11 delegasi Vietnam ke Indonesia 15-21 November lalu.

Selama di Indonesia, para pejabat tinggi Vietnam itu melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto serta mengadakan pertemuan dengan para menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Melalui kunjungan itu, Vietnam mendapat pengalaman dari Indonesia dalam melaksanakan pembangunan yang berguna bagi negara tersebut.

Hasil lain dari kunjungan itu, Indonesia dan Vietnam sepakat meningkatkan hubungan ekonomi yang telah berlangsung baik selama ini.

Untuk itu, kedua negara berpendapat mengenai perlunya pertemuan lanjutan antara para pejabat dan pihak swasta. Yo Van Kiet juga menyampaikan undangan kepada Menteri Negara/Ketua Bappenas, J.B. Sumarlin untuk mengunjungi Vietnam dan undangan itu mendapat sambutan baik dari Menteri Sumarlin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja beberapa waktu lalu mengatakan, hubungan Indonesia-Vietnam semakin erat. Ini ditandai dengan kunjungan delegasi kebudayaan dan pejabat tingginya.

Pembangunan

Vietnam, kata Mochtar, saat ini telah memberikan perhatian. Vietnam sebaliknya, mengagumi keberhasilan Indonesia dalam mengatasi masalah pangan, yang mengubah statusnya dari negara pengimpor beras terbesar menjadi negara swasembada beras pada 1985. Tahun ini, Vietnam mengalami kekurangan panen padi hingga 1,7 juta ton karena bencana alam, khususnya karena musim kering yang berkepanjangan.

Kurangnya panen padi akibat bencana alam tersebut biasa terjadi setiap tahun, tetapi volumenya antara 150 hingga 500 ribu ton.

Untuk 1990, negara lndonesia itu memproyeksikan produksi beras 22-23 juta ton. Sedang produksi beras Indonesia 1987 sebanyak 27,2 juta ton.

Sumber: ANTARA (02/12/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 583-584

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.