GUBERNUR KANSAS SANGAT INGINKAN PERAKITAN N-250 DIKANSAS

GUBERNUR KANSAS SANGAT INGINKAN PERAKITAN N-250 DIKANSAS [1]

 

Bandung, Antara

Gubernur Negara Bagian Kansas, Amerika Serikat Nyonya Joan Finney sangat menginginkan IPTN memilih Kansas dalam pelaksanaan rencana pembangunan pabrik perakitan salah satu produk IPTN yaitu pesawat N-250 seri 100.

Dalam kunjungan seharinya ke PT.Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Kamis di Bandung, Nyonya Joan Finney yang didampingi suaminya Spencer W Finney Jr terkesan dengan apa yang dilihatnya di IPTN, karena tenyata sumberdaya manusia dan produk pesawat IPTN bermutu tinggi.

BJ Habibie menjelaskan kepada pers, dewasa ini rencana IPTN untuk membuka pabrik perakitan pesawat N-250 di Amerika, telah disambut enam gubernur negara bagian di AS dengan sangat antusias.

Di AS terdapat 50 negara bagian dan dalam kaitannnya dengan pelebaran sayap IPTN. Kini enam diantaranya yaitu Alabama, Kansas, Utah, Arizona serta Ohio dan Oregon , sama-sama menyatakan minat besarnya untuk mengajak pihak IPTN membuka “production line”N-250 di negara bagian masing-masing.

Sementara Deputi Program IPTN Ir. S Paramayuda menjelaskan Indonesia merencanakan pada tahap pertama pembukaan perakitan N-250 di AS, menanamkan modal lOO juta dolar AS dan akan mengajak kalangan swasta dalam negeri untuk berperan di dalamnya.

Pemasaran pesawat sejenis N-250 sangat besar di Benua Amerika, sebab dari kebutuhan tak kurang dari 4.500 pesawat jenis itu sampai tahun 2019, separuhnya akan berada di pasar Amerika, kata Paramayuda yang juga mantan Direktur Komersial IPTN.

Menghadapi banyaknya negara bagian di AS yang berminat bekerjasarna dengan IPTN, Paramayuda mengatakan, “dari alternatif-alternatif tersebut, akan dipilih yang terbaik”.

Ke Empat Negara Bagian

Habibie pada bulan ini telah mengunjungi empat negara bagian AS yang telah menyatakan meminati “production line” N-250 yaitu Alabama, Kansas, Utah dan Arizona dalam bagian studi bagi kemungkinan memilih tempat terbaik untuk kerjasarna “Production line”N-250 seri 100.

Habibie mengatakan saat ini sedang dipelajari terus dan nantinya, pada awal Desember 1994, Presiden Soeharto selaku Mandataris MPR akan memilih salah satu diantara enam alternatif yang ada, katanya.

Habibie mengatakan, “production line” N-250 akan menjadi anak perusahaan “IPTN North America “dan diharapkan dengan adanya perakitan di salah satu negara bagian AS, maka orang Amerika akan menganggap N-250 sebagai produksi mereka sendiri sehingga pemasarannya di wilayah potensial tersebut dapat berkembang.

Antara Indonesia dan AS dalam pembuatan N-250 terdapat jalinan kerjasama yang erat selama ini, sebab baik Indonesia maupun AS sama-sama mempunyai andil 39 persen dalam produk N-250, sisanya yang 20 persen andil Eropa dan yang dua persen lagi untuk perusahaan transportasi dan asuransi. Andil AS dalam N-250 selama ini, katanya antara lain meliputi pengadaan mesin dan sistern avionik.

Dengan pendirian “production line” di AS, tidak berarti tenaga kerja di dalam negeri akan tersisih, sebab dalam pelaksanaannya nanti, pembuatan badan dan sayap N-250 tetap dilakukan di IPTN. Menurut Habibie, di samping di AS, produksi seri N-250 IPTN pun terbuka kernungkinan untuk dilakukan di salah satu negara Eropa.

Habibie mengatakan, dalam kerja sama produksi dan pemasaran tersebut, IPTN kelak juga akan mendapatkan royalti dari setiap N-250 yang terjual baik melalui mitra IPTN di Eropa maupun di AS. (U/BDG-004/EL03/26/05/9417:22/RB2)

Sumber:ANTARA (26/05/1994)

__________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 732-734.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.