JANG PENTING MEMANFAATKAN KEKARYAAN ABRI SE-BAIK2NJA
JANG PENTING MEMANFAATKAN KEKARYAAN ABRI SE-BAIK2NJA [1]
Djakarta, Angkatan Bersendjata
Kekaryaan ABRI pada waktu ini memang ada manfaatnja. Tetapi selalu ada bahajanja. Djadi jang terpenting ialah bagaimana tjaranja untuk memanfatkannja dengan tjara jang sehaik-baiknja, kata Letdjen (Purnawirawan) Dr. T.B. Simatupang mendjawab pertanjaan “AB”.
Apa bahajanja? tanja “AB” lagi. “Bahajanja bisa se-olah2 perkembangan masjarakat itu tidak memperoleh salurannja”, djawab Pak Simatupang.
Atas pertanjaan, bagaimanakah untuk melenjapkan bahaja itu, Pak Simatupang berkata : “Kekaryaan ABRI harus mendorong perkembangan masjarakat, hingga perkembangan masjarakat itu mentjapai kemadjuan2”.
Mendjawab pertanjaan selandjutnja, dinjatakannja bahwa djika diperlukan ia bersedia membantu Pemerintah disegala bidang, demi kepentingan bangsa dan Negara.
Kepradjuritan Tjintanja Jang Pertama
Memberikan sambutannja pada resepsi itu al. dinjatakannja “Tjinta saja jang pertama ialah kepradjuritan. Dan tjinta pertama ini biasanja ada bahajanja, kalau orang kembali kepada tjintanja jg pertama itu”.
Sebetulnja saja masih ingin untuk merampungkan hal2 atau soal2, ketika saja dipensiun, bersama2 dengan rekan2 saja, untuk mengembangkan angkatan perang supaja dapat mendjadi sumbangan pemikiran untuk perkembangan bangsa dan Negara. Diakuinja, bahwa soal penjempurnaan angkatan perang pada waktu itu sangat penting.
Dalam hidup kita tidak selalu rentjana2 kita, jang menurut kita baik, akan berhasil. Menurut Simatupang, ada perentjana jang lain, jakni Tuhan.
Pidato Pemberian Gelar Kehormatan
Oleh Dr. William P. Thompson dalam pidato pada upatjara pemberian gelar kehormatan “Doctor of Humane Letters” (LHD) kepada Letdjen Dr. TB. Simatupang al. dinjatakan “Djenderal Simatupang telah menundjukkan dalam kehidupan pribadinja bahwa orang Kristen bukan sadja boleh tetapi harus menjelaskan diri didalam kehidupan masjarakat sebagai perorangan”.
“Lebih2 lagi karena kepemimpinannja dalam lembaga jang dibentuk oleh masjarakat Kristen Indonesia, beliau telah menegaskan, bahwa geredja harus djuga ikut tjampur dalam persoalan2 umum dalam penghajatan kerdjasamanja. Beliau selalu menundjukkan kepada kita semua, didalam dunia pengikut2 Jesus Kristus, pengalaman beliau jg. sangat luas tentang soal2 masjarakat, djuga tentang apresiasinja jang djelas jang djarang terdapat diantara kita kaum awam ini, dan tentang arti adjaran sutji untuk djanin kita. Sajapun telah mendjadi berani turut serta didalam Dewan itu, meskipun sebagai orang awam, karena teladannja jang menjolok itu”.
“Dengan pemberian gelar kehormatan pada Djenderal Simatupang seorang Kristen ahli negara, kita mengakui bahwa kita telah berhutang budi pada beliau dan kita telah mengenjam kemanfaatan dari nasihat2, bantuannja dimasa mendatang”. (DTS)
Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (24/02/1969)
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 336-337.
