Kebulatan tekad Panglima se – Djawa: POLA PEMIKIRAN ORLA AKAN DITINDAK TEGAS [1]
Kebulatan tekad Panglima se – Djawa:
POLA PEMIKIRAN ORLA AKAN DITINDAK TEGAS [1]
Djakarta, Berita Yudha
Dalam Pernjataan Bersama jang dibatjakan oleh Pangdam VII/Diponegoro Majdjen. Surono didepan pers di Markas Kostrad kemarin Para Panglima se-Djawa, Pangkostrad dan Puspasus/RPKAD menegaskan, bahwa mereka dengan penuh kejakinan dan kebulatan tekad akan mengamankan serta mensukseskan program “Pantja Krida” pemerintah. Ditegaskan pula akan mengambil tindakan tegas terhadap kekuatan2 manapun dan dari golongan apapun jang tidak atau belum meninggalkan pola2 pemikiran “orIa”, karena pada hakekatnja pendirian tsb. tidak ada bedanja dengan pola pemikiran G 30 S/PKI.
Mereka telah menjelesaikan rapat koordinasinja di Djakarta pada tgl. 20 s/d 21 Agustus jang merupakan kelandjutan dari rapat mereka di Semarang pada tgl. 5 s/d 7 Agustus jl.
Konsekwen bahu-membahu dgn segenap lapisan masjarakat
Ditandaskan dalam pernjataan bersama itu, bahwa dengan didasari oleh kepertjajaan dan kejakinan akan manfaat dari garis2 kebidjaksanaan nasional jang dituangkan dlm pidato Presiden pada tgl. 16 Agustus 1968 didepan DPR-GR, para panglima setjara konsekwen bahu-membahu dgn seluruh lapisan masjarakat akan mengamalkan dan mengamankan garis kebidjaksanaan tsb.
Mempeladjari laporan2 Pangkopkamtib pada sidang2 Kabinet Paripurna pada tgl. 12 Agustus mengenai usaha2 pemulihan keamanan pada umumnja dan chususnja mengenai penumpasan G.30.S/PKI, maka para peserta rapat mengadjak seluruh masjarakat untuk aktif membantu usaha2 pemulihan keamanan.
Seperti diketahui para Panglima se-Djawa ini, masing2 Pangdam V/Djaya Majdjen Amir Machmud, Pangdam VI/Siliwangi Majdjen H.R. Dharsono, Pangdam VII/Diponegoro Majdjen Surono, Pangdam VIII/Brawidjaja Majdjen Moh. Jasin, Pangkostrad Majdjen Kemal Idris & Dan Puspassus RPKAD Brigdjen Widjojo Sujono, sedjak 20 s/d 21 Agustus kemarin telah melangsungkan rapat koordinasinja di Djakarta. Dan rapat ini, seperti diketahui, merupakan kelandjutan dari rapat mereka di Semarang pada tgl 5-7 Agustus jl. Baik dalam rapatnja di Semarang maupun di Djakarta antara lain telah membahas setjara mendalam persoalan2 dibawah ini.
Baik dalam rapat koordinasi di Semarang jang kemudian dilandjutkan di Djakarta, para Panglima tersebut telah membahas setjara mendalam mengenai situasi tanah air pada dewasa ini.
Hal2 jang dibitjarakan dan dikonstatir dalam rapat tersebut ialah :
- Bahwa G-30-S/PKI beserta pendukung gelapnja serta simpatisan2nja jang dalam rangka usahanja untuk come-back mendjalankan penetrasi/infiltrasi dan memetjah belah disegala bidang dan sektor kehidupan masjarakat, tetap merupakan bahaja/antjaman jang latent, terhadap kelangsungan hidup negara bangsa dan rakjat Indonesia.
- Bahwa didalam masjarakat masih terdapat kekuatan2 sosial, baik sosek (sosial ekonomi) maupun sosbud (sosial budaja), jang masih mempunjai pola2 pikiran “orla”, jang bertjirikan centrisme, compartimentasi, verpolitisering disegala bidang dalam rangka machtsvorming dan machtsaanwending jang kesemuanja itu merupakan hambatan bagi program “Pantja Krida” pemerintah.
- Bahwa disamping itu masih terdapat usaha2 dari golongan ekstrim tertentu dan subversi lainnja untuk merongrong “Pantjasila dan UUD 45”. (DTS)
Sumber: BERITA YUDHA (23/08/1968)
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 160-162.
