MENGIKUTI PERDJALANAN PD. PRESIDEN KE SULAWESI (V)
MENGIKUTI PERDJALANAN PD. PRESIDEN KE SULAWESI (V)
Siapa Orang2 Disekeliling Gubernur [1]
Djakarta, Kompas
Disana-sini dapat menarik kesimpulan, bahwa rakjat sebenarnja masih menghendaki Soedarmono tetap berada di Sultara.
Rupanja Djenderal Berbintang satu ini selama bertugas di Sultara sangat dekat dengan rakjat.
Setiap komandonja akan diikuti rakjat dengan rela.
Satu hal mengapa Soedarmono sampai berhasil menarik simpati rakjat, antara lain adalah instruksinja kepada semua anggotanja baik dari pangkat terendah sampai jang tertinggi untuk tidak berdagang dengan dalih dan alasan apapun djuga.
Disamping itu, Soedarmono memang berhasil mengintegrasikan dirinja dengan rakjat.
Disajangkan pula, bahwa Soedarmono jang baru berada di Sultara selama satu setengah tahun, sudah diganti sebelum melaksanakan program kerdjanja untuk daerah itu.
Ini bukan berarti, bahwa rakjat tidak begitu gembira dengan datangnja Kahar Nasution sebagai Pangdam jang baru, Tidak.
Karena kalau Kahar Nasution tidak mengikuti tjara2 Soedarmono mendekat dan mengintegrasikan dirinja dengan rakjat, tentu Pangdam jang baru itu mempunjai kebidjaksanaan dan tjara tersendiri, untuk mengambil hati rakjat.
Kasdam XII jang baru, Kol. Wakil dalam suatu pertjakapan dgn para wartawan, menjatakan bahwa pada pokoknja dia akan mendjalankan programjg telah disusun oleh pedjabatjang lama.
Tetapi dia tidak dpt memberikan keterangan jg begitu mendetail. karena hal itu ditentukan oleh Panglima.
Tapi Kol. Wadli menjatakan, bahwa dia akan memberikan djaminan kepada pers didaerah kekuasaannja, untuk memberikan social control tanpa perIu kawatir mendapat tekanan2 atau intimidasi dati penguasa, asalkan pemberitaan jang dikemukakan itu beritikad baik, dan tidak mengganggu keamanan.
Dan kalau ada pedjabat sipil maupun militer, jang mengambil tindakan sendiri, apalagi diluar hukum kepada pers jang mengeritiknja, maka Kol Wadli selaku Kasdam akan turun tangan sendiri. Agar dapat diselesaikan menurut norma2 hukum jg berlaku.
Tentu sadja pernjataan Kol Wadli ini sangat menggembirakan pers di Sultara.
Bagaimana dgn Gubernur? Tugas jang harus dihadapinja tjukup berat, Diaharus memperbaiki presarana jang sudah sangatbobrok di Sultara. Peraturan2 jang terlalu banjak dan tdk menguntungkan. bahkan merugikan rakjat banjak. harus ditindjau kembali, Karena rakjat disini sudah terlalu menderita dengan pertaruan-peraturan jang terlalu mengikat.
Hal ini terutama dirasakan. oleh para petani.
Selain itu, Gubernur djuga harus mempunjai suatu kebidjaksanaan jang tepat, dan mentjiptakan iklim politik jang favourable.
Dan untuk mentjiptakan iklim politik jang demikian, maka politis Gubernur harus mempunjai suatu staf jang benar2 dapat dipertjajai, jg bersih dari vested interst, suatu staf jang itikad baiknja taidak diragukan dalam Orde Baru ini.
Karena sekalipun Gubernurnja mempunjai kemauan besar utk memperbaiki kehidupan rakjat di Sultara ini, tapi kalau disekelilingnja masih terdapat orang2 jg vested-interest dan ber-mental Orla, maka nistjaja dia akan gagal dengan segala rentjannja. Beberapa lama lagi rakjat harus menderita?. (DTS)
Sumber: KOMPAS (1967)
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku I (1965-1967), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 682-684.
