PARA PENGUSAHA TAK PERNAH RAGU2 IKUT KEMBANGKAN PASAR MODAL

HM Soeharto dalam berita

PARA PENGUSAHA TAK PERNAH RAGU2 IKUT KEMBANGKAN PASAR MODAL [1]

Laporan Secara Berkala Wajib Diumumkan

Kredit Perbankan Bisa Disalurkan Ke Bidang2 Usaha Baru

Hari Pertama, Penjualan Sertifikat Melebihi Jumlah Dari Perkiraan

Jakarta, Berita Buana

Presiden Soeharto mengajak para pengusaha untuk ikut bersama2 Pemerintah mengembangkan pasar modal tanpa ragu2. Hendaknya dicamkan baik2 bahwa masyarakat maju yang dicita-citakan adalah masyarakat yang berkeadilan sosial.

Karena itu para pengusaha harus ikut serta merintis jalan kearah itu. Adalah tanggungjawab sosial dan panggilan moral para pengusaha untuk ikut mengantarkan rakyat Indonesia setapak demi setapak mendekati tujuan yang luhur itu.

Demikian antara lain dikemukakan oleh Presiden pada upacara peresmian “Pasar Modal” di Merdeka Selatan Rabu kemarin. Ditandaskannya pula bahwa masih ada pengusaha2 yang bertanya-tanya. Apakah dengan adanya PT Danareksa sebagai badan usaha negara dibidang pasar modal akan dapat mengarah pada penguasaan secara terselubung oleh Pemerintah mengingat campurnya Pemerintah dalam jual beli saham melalui PT Danareksa.

Saya tegaskan, demikian Presiden selanjutnya, bahwa keragu-raguan atau kegelisahan seperti itu sungguh tidak beralasan, karena itu tidak perlu. PT Danareksa adalah alat untuk menyebar luaskan saham dan sertifikat kepada masyarakat luas, disamping peserta lain dalam kegiatan pasar modal.

PT Danareksa diwajibkan mengumumkan secara berkala laporan mengenai kegiatan2nya dan hasil2nya, sehingga perkembangan usahanya dapat diikuti oleh masyarakat. Perusahaan yang menjual sahamnya juga diwajibkan mengadakan pengumuman yang serupa sehingga dapat diketahui perkembangannya oleh para pembeli saham yang jelas mempunyai hak untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan.

Presiden Soeharto selanjutnya menyatakan kegembiraanya bahwa sekarang masyarakat sudah mulai berminat membeli saham2 perusahaan. Lebih gembira lagi karena yang membeli saham2 bukanhanya mereka yang kaya, melainkan juga mereka yang dapat menyisihkan sejumlah kecil saja dari penghasilannya. Oleh karenanya diharapkan agar masyarakat juga tidak ragu2 untuk menempuh jalan menuju pemerataan dari keadilan sosial itu.

Dalam awal sambutannya Presiden Soeharto menyatakan bahwa dengan adanya pasar modal maka perusahaan2 akan memperoleh tambahan modal langsung dari masyarakat pembeli saham. Dengan demikian kredit perbankan dapat lebih disalurkan pada bidang2 usaha baru yang memerlukan modal yang berarti membuka kesempatan lebih luas bagi tumbuhnya dunia usaha dan industri2 baru.

Sementara itu Menteri Keuangan, Ali Wardhana, dalam sambutannya mengemukakan bahwa pada hari pertama dilakukan penjualan sertifikat saham oleh PT Danareksa, peminat dari pembeli sangat besar.

Bahkan melebihi jumlah yang semula diperkirakan. Pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 1977 bursa betul2 ramai karena telah tercatat tidak kurang dari 312 orang pembeli yang langsung mengadakan pembeliannya dari PT Danareksa maupun melakukan pembeliannya melalui bank2 Pemerintah di Jakarta. Belum pula terhitung mereka yang memesan melalui bank2 Pemerintah di-daerah2 maupun melalui brokers di Pasar Modal.

Yang diharapkan dari pembelian saham bukanlah hanya deviden atas pembagian keuntungan saja. Tetapi juga hasil2 kenaikan nilai saham akibat berkembang dan tumbuh perusahaan. Disamping itu nilai rill saham tidak terpengaruh oleh adanya perubahan2 harga atau inflasi.

Didalam jangka panjang pembentukan Pasar Modal dimaksudkan pula untuk menyediakan wadah yang mantap guna menampung penanaman pendapatan yang terdapat pada masyarakat yang makin meningkat yang selanjutnya dapat digunakan untuk tujuan2 produktif

Dapat ditanamkan bahwa pada hari pertama penjualan saham telah terjual sebanyak kurang lebih 7.500 buah. (DTS).

Sumber:   BERITA BUANA (11/08/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 481-482.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.