PERLU INVESTASI DI DAERAH TRANSMIGRASI

PERLU INVESTASI DI DAERAH TRANSMIGRASI

 

 

Para investor sekarang ini diundang untuk menanamkan modalnya di daerah transmigrasi, demikian dinyatakan Menteri Transmigrasi Martono di Jakarta, Sabtu.

Ketika berbicara dengan wartawan di Bina Graha setelah mengantar tamunya dari Ethiopia kepada Presiden Soeharto, Martono mengatakan, bentuk investasi itu tidak hanya dalam permodalan tetapi juga investasi manajemen.

Ia menjelaskan, investasi modal dari luar itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengembangan daerah transmigrasi. Ini merupakan program pembangunan transmigrasi tahap kedua.

Dengan adanya investasi modal itu diharapkan pengembangan daerah transmigrasi lebih intensif karena adanya modal, teknologi maupun peningkatan keterampilan bagi warga transmigrasi, kata menteri.

Namun yang lebih penting lagi dengan adanya investasi modal itu, akan ada pula penambahan pendapatan bagi transmigran dan bagi penanam modal akan terbuka kesempatan membangun pabrik pabrik di daerah transmigrasi misalnya pabrik tapioka, kata menteri.

Menanggapi pendapat yang mengatakan program transmigrasi akan terhenti jika dilakukan seperti sekarang ini, menteri mengaskan, berbeda pendapat boleh saja.

Namun ia mengingatkan, pengertian transmigrasi adalah pemindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain untuk membentuk masyarakat baru.

Pemindahan para transmigran itu tidak hanya membantu pembangunan daerah tetapi juga sekaligus membantu memecahkan masalah nasional.

Ia menegaskan pemindahan penduduk bukan hanya untuk petani tetapi juga penduduk yang bukan petani yang mempunyai profesi di bidang lainnya. Sebagi contoh ia mengemukakan, Gubernur Bengkulu Suprapto telah memindahkan sekitar 240 dosen Universitas Gadjah Mada ke Bengkulu untuk membangun universitas di daerah itu.

Tanah yang disediakan untuk keperluan itu 1.000 hektar, 200 ha di antaranya untuk kampus universitas sedangkan sisanya 800 hektar untuk dijadikan Kebun Raya.

Dengan adanya pemindahan 240 dosen ini, maka anak-anak transmigran tidak melanjutkan pelajarannya di perguruan tinggi di Jawa tetapi sudah bisa di tampung di Bengkulu, kata menteri. (RA).

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (14/02/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 387.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.