PRESIDEN SUMBANG UTK REUNI LASKAR HIZBULLAH
Presiden Soeharto memberikan sumbangan Rp 10 juta untuk penyelenggaraan pertemuan kembali (reuni) para bekas laskar Hizbullah/Sabilillah yang akan diadakan di Purwokerto, Jawa Tengah, selama tiga hari mulai 27 Februari mendatang.
Sumbangan Presiden tersebut disampaikan melalui Asisten Menteri Sekretaris Negara Bidang Umum, H. Ali Afandi, di Jakarta belum lama ini kepada panitia reuni yang terdiri H.M. Fathony Taufiek, H. Asrorie Arief dan drs. H. Zaini Ahmad Syis.
Laskar Hizbullah dan Sabilillah semasa zaman revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan RIterkenal kegigihannya melawan Belanda, bahu-membahu bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pasukan pejuang lain.
Laskar yang umumnya dipimpin kaum ulama itu terkenal dengan senjata bambu runcing dan kebiasaan mereka menyerukan “Allahu Akbar” sebelum berangkat ke medan pertempuran. Banyak di antara anggota laskar itu kemudian bergabung dalam TNI.
Menurut Ali Afandi, Presiden menyetujui diadakannya reuni itu dan mengharapkan para bekas pejuang Hizbullah/Sabilillah itu tidak ketinggalan melakukan langkah-langkah positif dalam upaya menunjang pembangunan nasional.
Menurut rencana, dalam reuni itu akan diprogramkan serangkaian kegiatan warga eks Hilzbullah/Sabilillah antara lain transmigrasi swakarsa, mendirikan lembaga pendidikan di bidang pertanian, mendirikan koperasi di daerah transmigrasi dan pembangunan sebuah masjid jami di Cibarusa (Bogor, Jawa Barat), tempat mula-mula lahirnya laskar tersebut pada zaman Jepang.
Sekitar seribu orang bekas anggota laskar itu diharapkan hadir pada reuni tersebut Menurut panitia reuni, di antara tokoh yang pemah menjadi anggota laskar itu adalah Menteri Agama Munawir Sjadzali, Sekjen Deptrans C.I. Santosa, Dirjen Bina Lembaga Islam Zaini Dahlan MA, bekas Dirjen Bimas Islam Burhani Tjokrohandoko dan Ali Afandi sendiri. (RA)
…
Jakarta, Antara
Sumber : ANTARA (17/02/1987)
—
Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 388.