AMANAT PRESIDEN PADA RAPIM ABRI 1980 Pengantar Amanat tertulis maupun pidato tak tertulis Kepala Negara pada pembukaan Rapim ABRI di Pekanbaru, Riau, Kamis 27 Maret lalu, telah kami beritakan. Tapi mengingat pentingnya pokokpokok pikiran
PRESIDEN SOEHARTO: MEMBANGUN DUNIA BARU DENGAN TATANAN EKONOMI BARU MERUPAKAN MASALAH PRINSIPIL Presiden Soeharto menegaskan, salah satu masalah prinsipil dan merupakan tantangan untuk dipecahkan dewasa ini ialah usaha untuk dapat membangun dunia baru dengan
TETAP BERPEGANG PADA RESOLUSI PBB TTG PENYELESAIAN KAMBOJA SOEHARTO DAN PREM Thai minta tambahan minyak Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Prem Tinsulanonda menyatakan kesepakatan Indonesia dan Muangthai tetap berpegang kepada Resolusi PBB serta Pernyataan
KEPALA NEGARA: DESAS DAN DESUS Presiden Soeharto sekali lagi membantah berbagai isu-isu tentang diri dan keluarganya. Sambutan pun timbul. Desas-desus di Indonesia kini sudah ganti nama jadi "isu". Tapi, seperti hama wereng, tetap saja
SITUASI KAMBOJA DAN USAHA MENDESAK PELAKSANAAN RESOLUSI PBB Soeharto – Prem Bicarakan Masalah Kamboja serta situasi Indocina umumnya menjadi pembicaraan tunggal selama lebih dari satu setengahjam antara PM Muangthai Prem Tinsulanonda dan Presiden Soeharto
PRESIDEN TERIMA SURAT2 KEPERCAYAAN DUA DUTA BESAR Presiden Soebrrto menyatakan keyakinannya bahwa negara2 Asia-Afrika dengan solidaritas yang sama kuatnya dapat bersatu untuk keberhasilan pembangunan masyarakatnya di masa mendatang. Kepala Negara mengemukakan hal ini dalam