Tajuk Rencana: SUKSES GANDA MISI PRESIDEN SOEHARTO KE AS DAN JEPANG

Tajuk Rencana: SUKSES GANDA MISI PRESIDEN SOEHARTO KE AS DAN JEPANG[1]

Jakarta, Angkatan Bersenjata

KUNJUNGAN keRja 9 hari Presiden Soeharto selaku Ketua GNB ke Amerika Serikat untuk berpidato, 24 September di Sidang Majelis Umum PBB di New York tentang hasil-hasil KTT X GNB di Jakarta awal September yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Jepang, telah berakhir sesuai rencana dan Presiden bersama rombongan tiba kembali di tanah air kemarin malam.

Sama halnya dengan kunjungan-kunjungan Presiden ke mancanegara di masa lampau, kunjungan ini juga sukses. Bahkan mencapai sukses ganda, sebab peran yang diemban Pak Harto juga rangkap, yaitu sebagai Presiden RI mewakili rakyat dan negara Indonesia untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral dengan pemerintah dan pihak swasta negara-negara yang dikunjungi, sedang sebagai Ketua GNB yang mewakili 108 negara anggota menyampaikan hasil-hasil KTT serta mengharapkan dukungan/bantuan untuk melaksanakannya. Kehormatan yang diterima Presiden baik di PBB maupun di Jepang sebanding dengan posisinya.

Sukses Presiden RI itu dalam menunaikan misi gandanya terus diberitakan dan dikomentari oleh pers nasional dan dapat pula disaksikan di tanah air lewat tayangan TVRI dan TV swasta. Sebagai Ketua GNB, dalam Sidang Majelis Umum PBB disampaikannya hasil­ hasil KTT GNB di Jakarta, terutama peningkatan kerjasama Selatan-Selatan,   melanjutkan dialog Utara-Selatan dalam semangat kemitraan antara kedua pihak untuk menggantikan sikap konfrontatif di masa lampau dan perluasan keanggotaan Dewan Keamanan PBB.

Itu pula yang jadi inti pembicaraan antara Presiden Soeharto dengan para Presiden/kepala pemerintahan negara-negara sahabat yang menemuinya di New York, sedang kepada Presiden Bush yang direpoti oleh kegiatan kampanye pemilu yang hanya dapat berhubungan telpon dengan Presiden Soeharto, hasil-hasil KTT itu disampaikan secara tertulis.

Topik yang sama diulangi pula dalam pembicaraan dengan P.M. Miyazawa di Tokyo Senin lalu setelah Presiden Soeharto, Ibu Tien, dan putri Presiden, Ny. Siti Hardiati Prabowo, mengadakan kunjungan kehormatan ke Istana Kaisar yang diterima dengan ramah oleh Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko dan putri mereka Norinomiya .

Jepang adalah anggota Kelompok 7 negara industri terkemuka bersama AS, Kanada, Inggris, Prancis, Jerman dan Italia, Jepang adalah satu-satunya negara Asia dalam kelompok itu dan biasanya menjelang pertemuan tahunan K-7 itu untuk membicarakan masalah-masalah perdagangan dan moneter, Jepang mengirim utusan tingkat menteri ke negara-negara Asia terkemuka, termasuk anggota-anggota ASEAN untuk memberi penjelasan dan menerima masukan.

Pengaruh K-7 bersifat menentukan bagi kelancaran dan sukses dialog Utara­ Selatan yang akan digelindingkan kernbali. Dalam pertemuan dengan PM Miyazawa Senin lalu itu, Presiden Soeharto selain menyerahkan dokumen basil KTT GNB, juga menyatakan keinginan untuk memberi penjelasan tentang hasil-hasil KTT itu kepada negara-negara K-7. Wajar keinginan untuk membuka kembali dialog Utara-Selatan dengan semangat kemitraan antara kedua pihak dibicarakan Presiden Soeharto dengan PM Miyazawa. Seperti diketahui, putaran terakhir dialog itu diadakan di Cancuri Meksiko 1980 dan sejak itu macet 12 tahun sampai sekarang.

P.M. Miyazawa berjanji Jepang akan mempertimbangkan dengan sungguh­ sungguh tentang cara untuk memulai kembali dialog Utara-Selatan itu dan sepenuhnya akan berkonsultasi dengan Presiden Soeharto tentang hal itu. Menurut pengamatan Miyazawa, KTT GNB di Jakarta mencerminkan adanya pertukaran pikiran yang amat konstruktif di antara negara-negara anggotanya. Miyazawa juga menjanjikan bahwa Jepang akan memikirkan dengan sungguh-sungguh bagaimana dapat ikut melaksanakan hasil-hasil KTT GNB itu. Kepala Pemerintahan Jepang itu menyampaikan penghargaan dan kekagumannya pada kepemimpinan Indonesia, khususnya kepemimpinan Presiden Soeharto dalam KTT GNB dan mengharapkan kepemimpinannya yang konstruktif sebagai Ketua GNB tiga tahun mendatang.

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (30/09/1992)

 

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 447-449.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.