1971-09-09 Presiden Soeharto Reshuffle Kabinet

Presiden Soeharto Reshuffle Kabinet [1]

 

KAMIS, 9 SEPTEMBER 1971 Presiden Soeharto mengadakan reshuffle (perombakan) Kabinet Pembangunan dalam mana ia memberhentikan empat orang menteri dan mengangkat enam orang lainnya. Menteri-menteri yang diganti adalah Menteri Agama KHM Dachlan, Menteri Tenaga Kerja Laksamana Madya (L)  Mursalin DM, Menteri Transmigrasi dan Koperasi Letjen. Sarbini dan Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara H . Harsono Tjokroaminoto.

Menteri-mentefi baru yang diangkat adalah Prof. Dr. Mukti Ali sebagai Menteri Agama, Prof. Dr. M Sadli sebagai Menteri Tenaga Kerja merangkap Ketua Panitia Teknis Penanaman Modal Asing, Prof. Dr. Widjaja Nitisastro sebagai Menteri Negara Urusan Perencanaan dan Pembangunan merangkap Ketua Bappenas. Selain itu juga diangkat Jenderal M Panggabean sebagai Menteri Negara yang membantu Presiden dalam urusan pertahanan dan keamanan merangkap sebagai Wapangab, dan Dr. Emil Salim sebagai Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Bappenas, sedangkan HMS Mintaredja SH menjadi Menteri Sosial. Jabatan Menteri Negara Penghubung Pemerintah  dengan MPRS/DPR-GR/DPA  dihapuskan.

Dalam pengumuman tersebut, Presiden Soeharto menjelaskan bahwa dengan penggantian beberapa menteri ini, tidak berarti dibentuknya kabinet baru. Penggantian jabatan ini hanyalah urtuk meningkatkan pelaksanaah tugas Kabinet Pembangunan. Oleh sebab itu, demikian Presiden, sebagian besar menteri baru adalah mereka-mereka yang sejak semula telah ikutserta secara langsung dalam melaksanakan kebijaksanaan­ kebijaksanaan pemerintah, khususnya di bidang ekonorni dan pembangunan.  (AFR).



[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968-23 Maret 1973”, hal 366-367. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.