1975-02-17 Terima Utusan Khusus Marcos, Presiden Soeharto: Moro Urusan Dalam Negeri Filipina

Terima Utusan Khusus Marcos, Presiden Soeharto: Moro Urusan Dalam Negeri Filipina[1]

SENIN, 17 FEBRUARI 1975, Alejendro Melchor, utusan khusus Presiden Marcos dari Filipina, menghadap Presiden Soeharto hari ini di Cendana. Dalam pertemuan itu telah dibahas mengenai perkembangan politik di Filipina, khususnya masalah pemberontakan Moro di Filipina Selatan. Kepada utusan Presiden Marcos itu, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Filipina, oleh karena pemberontakan kaum Muslimin di Filipina Selatan itu adalah masalah dalam negeri Filipina yang harus diselesaikan oleh Filipina sendiri. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978”, hal 214. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.