1979-05-21 Menerima Obahorok Kepala Suku Dani, Presiden Soeharto Menanyakan Apa Masyarakat Masih Menggunakan Koteka

Menerima Obahorok Kepala Suku Dani, Presiden Soeharto Menanyakan Apa Masyarakat Masih Menggunakan Koteka[1]

SENIN, 21 MEI 1979, Obahorok, Kepala Suku Dani dari Lembah Baliem, Irian Jaya, pukul 10.00 pagi ini diterima Presiden Soeharto di Bina Graha. Obahorok dan rombongannya datang dengan membawa seperangkat panah (sebuah busur lengkap dengan seikat anak panah), sebuah kampak batu dan dua senjata khas rakyat Irian Jaya, sebagai oleh-oleh untuk Kepala Negara.

Dalam ramah tamah, Presiden berpesan agar penduduk Irian Jaya tetap mempertahankan makanan pokok mereka, tetapi gizinya diusahakan untuk dapat ditingkatkan. Dianjurkannya agar rakyat disana menanam palawija dan tanaman lainnya.

Pada kesempatan itu Kepala Negara banyak bertanya kepada Obahorok mengenai keadaan rakyat di pedalaman Irian Jaya. Antara lain Presiden menanyakan tentang rakyat yang masih menggunakan koteka. Obahorok menjelaskan bahwa rakyatnya masih banyak yang menggunakan koteka, karena biaya pergantian pakaian masih dirasakan berat. (WNR)


[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 161. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.