Keadaan Semakin Tak Menentu
Jambi, 23 Juni 1998
Toek
Bapak yang saya kagumi
KEADAAN SEMAKIN TAK MENENTU [1]
Assalamu’alaikum wr. wb.
Semoga Bapak dan keluarga di Cendana ini sehat wal afiat dan rahmat Allah swt. Amien ….
Perkenalkan Pak, saya karyawan swasta baru bekerja kurang lebih 2 tahun di PT. LPPPI Jambi, dan kurang lebih 2 bulan lagi saya mau mengundurkan diri.
Sejak Bapak mengundurkan diri dari tampuk kepresidenan saya merasa politik di Indonesia semakin tak menentu …………..
Apakah Bapak rela melihat rakyat kita pecah belah setelah Bapak pimpin selama kurang lebih 32 tahun.
Saya tak mengerti dan tak mau mengerti, mengapa orang Indonesia mau menggali aib pemimpin rakyatnya? Apakah balas dendam? Kemunafikan? Semoga Bapak dan keluarga dilindungi Allah. (DTS)
Erwin
Jambi
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 89. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
