Pupuh Pocung

Surakarta, 1 Juni 1998

Serat mugi katur

Panjenenganipun Bapak H.M. Soeharto

Jalan Cendana

Jakarta

PUPUH POCUNG [1]

 

 

Mugi tinebihna ing rubeda,

Bapak H.M. Soeharto, kula ngaturaken cuplikan serat Wedhatama, yasan dalem suwarg K.G.P.A.A. Mangkunagara kaping IV.

Pupah Pocung

Lila lamun

Kelangan ora gagetun

Trima yen kataman

Sakserik sameng dumadi

Tri legawa

Nalangsa srahing bathara

Anggen kula ngaturaken cuplikan serat Wedhatama kala wau ing pangajab sageda nuwuhaken raos tentreming batos. (DTS)

Wasana  sumangga.

Atur kula

Soemarto, BA.

Surakarta

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 586. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

http://sifastore
Presiden Soeharto merupakan kader terbaik bangsa yang keseluruhan hidupnya dihabiskan untuk membangun bangsa ini. Mulai dari perjuangan fisik pada era kemerdekaan hingga perjuangan terwujudnya Tinggal Landas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses