Atas Petunjuk Allah
Ambon,…….1998
Kepada
Yth. Bapak H.M. Soeharto
di Jakarta
ATAS PETUNJUK ALLAH [1]
Assalamu’ alaikum wr. wb.
Mohon maaf atas kelancangan
Kami rakyat kecil kagum dan memuji Bapak H.M. Soeharto selama memimpin rakyat, bangsa, dan negara Republik Indonesia. Mundur/berhentinya sebagai presiden adalah atas petunjuk Allah swt, yang merupakan jalan terbaik, arif dan bijaksana.
Kami memohon dan berdoa kepada Yang Kuasa, semoga Bapak H.M. Soeharto sekeluarga dipun paringi panjang yuswa. (DTS)
Saking Kawula alit,
Turut Sunarto
Passo Ambon
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 217. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
