ESCAP TENTANG EKSPOR INDONESIA TAHUN 1987
ESCAP TENTANG EKSPOR INDONESIA TAHUN 1987
Jakarta, Antara
Sejumlah besar negara-negara berkembang di Asia tahun 1987 menikrnati hasil ekspor yang besar. Enam negara dan wilayah (territory) di kawasan ini mencatat peningkatan ekspor yang spektakuler antara 20 sampai 30 persen dan lima negara lainnya memperoleh lebih dari 10 persen.
Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk wilayah Asia dan Pasifik (ESCAP) menyebutkan hal ini dalam suatu analisis yang diumumkan baru-baru ini berdasarkan hasil riset dan pengkajian tentang penampilan ekonomi kawasan ini selama 1987.
Ekspor Hong Kong meningkat 31,9 persen, terbesar di kawasan Asia ini, menyusul Republik Korea (Korea Selatan) (30 persen), Thailand (25,2 persen), Singapura (24 persen) dan RR Cina (22 persen). Taiwan, bukan anggota independen ESCAP, tercatat sebagai yang kedua terbesar dengan peningkatan ekspor sebesar 30,1 persen.
Indonesia mencatat kenaikan sebesar 12 persen, dan berada di antara lima negara lainnya yang memperoleh pertumbuhan ekspornya secara “mantap”, kata Jurnal PBB yang disiarkan di Jakarta. Empat negaraAsia lainnya dalam “kategori” ini adalah Pakistan (17,7 persen), Malaysia (17,4 persen), India (15,8 persen) dan Filipina (12 persen).
Shah A.M.S. Kibria, Sekretaris-Pelaksana ESCAP yang berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Soeharto, menyebutkan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya harga barang-barang Jepang dan Eropa sebagai akibat merosotnya nilai mata uang dolar Amerika.
Pembangunan sektor industri dan manufaktur di negara-negara industri baru (NIES) di kawasan itu juga membantu kecenderungan peningkatan ekspor mereka.
Menurut survei ESCAP, faktor lain yang mendukung kenaikan ekspor tersebut adalah adanya peningkatan impor Jepang selama tahun 1987 dari kawasan Asia Pasifik.
…
Jakarta, ANTARA
Sumber : ANTARA (09/02/1988)
…
Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 257-258.
