KEMERDEKAAN BERARTI TANGGUNG JAWAB & KERJA KERAS

KEMERDEKAAN BERARTI TANGGUNG JAWAB & KERJA KERAS

PRESIDEN SOEHARTO :

Presiden Soeharto yakin, generasi muda yang diwakili para Pramuka saat ini akan mampu meneruskan pembangunan mengisi kemerdekaan yang direbut dari tangan penjajah beberapa waktu yang lalu.

Memberikan amanatnya pada Apel Besar Pramuka dalam rangka hari ulang tahun ke-21 Pramuka di Widya Mandala Krida Bakti Pramuka, Cibubur, Jakarta, Sabtu, Presiden Soeharto megungkapkan, ketika bangsa Indonesia berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, para pramuka generasi muda belum lahir sehingga jelas tidak mengalaminya sendiri. Namun Presiden merasa yakin, para pramuka tentu mengetahui betapa hebat dan beratnya perjuangan tersebut serta pengorbanan yang diberikan bangsa Indonesia sat itu.

Presiden juga mengharapkan agar para remaja pemuda-pemudi memahami sejarah perjuangan bangsa "Bukan hanya mengerti dalam pikiran melainkan menghayati dalam hati sanubari. Dengan demikian kalian akan menjadi pejuang pembangunan bangsa dan menjadi benteng kuat pertahanan Pancasila nasional dan Konstitusi kemerdekaan," kata Kepala Negara.

Kemerdekaan merupakan mahkota bangsa menunjukan kedaulatan bangsa sehingga dapat hidup bebas dan terhorrnat karena itu Kemerdekaan juga berati tanggung jawab dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

"Para pramuka tentunya tidak lama lagi sudah akan terjun dalam masyarakat. karena itu mulai sekarang harus benar benar menyiapkan diri sehingga nanti mampu bergaul dan bekerja dalam masyarakat," kata Presiden.

Dengan demikian para pramuka harus menggali ilmu pengetahuan serta menguasai ketrampilan disamping harus mencintai masyarakat dan berusaha bertindak sebagai generasi muda dari bangsa yang ber-Pancasila.

Presiden Soeharto juga menekankan pentingnya pendidikan kepramukaan. dengan kepramukaan para remaja dididik dan digembleng untuk mencintai bangsa, negara, berkepribadian, berwatak luhur, cerdas, langkas, rajin. sehat dan ber-Pancasila.

"Negara kita akan dapat menjadi bangsa yang makmur dan adil jika negara dan bangsa dibangun oleh warganegaranya yang berwatak seperti disebutkan itu," kata Presiden.

Presiden juga mengungkapkan, banyak pejuang dan pahlawan besar yang semasa mudanya menjadi pramuka yang baik. Untuk itu, Presiden menyerukan agar para pramuka di seluruh tanah air berusaha menjadi pramuka yang baik, yang benar-benar menghayati dan menjiwai gerakan Pramuka.

Kepada para pembina danpimpinan pramuka, Presiden mengharapkan agar mengusahakan gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan remaja untuk memantapkan kepribadian insan Indonesia dan insan pembangunan bangsa.

Sederhana dan Meriah

HUT ke-21 Gerakan Pramuka yang dihadiri Presiden Soeharto, Ibu Tien Soeharto, Wapres Adam Malik, Ny. Nelly Adam Malik, para menteri Kabinet Pembangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono, serta pejabat tinggi negara itu berlangsung dalam suasana sederhana namun cukup meriah.

Hadir juga saat itu 1.500 peserta Raimuna, 500 peserta lomba tingkat nasional, 200 pramuka luar biasa, kompi pembawa panji gerakan pendidikan nasional pramuka, serta beberapa kontingen negara lain, antara lain dari Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, dibacakan juga nama-nama para peserta gerakan Pramuka yang berprestasi dalam kegiatannya dari tingkat luar biasa, lomba tingkat nasional V, Raimuna nasional IV. Penyerahan hadiah berupa medali emas dan tanda penghargaan kepada pramuka putra yang berprestasi diberikan oleh Presiden Soeharto, sedangkan kepada putri diberikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Para pramuka juga mengadakan demonstrasi berbagai jenis ketangkasan. Demonstrasi itu diawali pemukulan kentongan oleh Presiden Soeharto, dilanjutkan dengan demonstrasi kode bendera dilatari 3 buah tunas kelapa raksasa berwarna merah, kuning, dan hijau, yang merekah mengeluarkan balon-balon kecil burung, serta 3 balon besar. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (16/03/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1063-1064.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.