Manusia Tempat Lupa dan Salah
Bandung, 14 Juni 1998
Kepada
Yth. Bapak Soeharto
di Tempat
MANUSIA TEMPAT LUPA DAN SALAH [1]
Assalamu’alaikum wr. wb.
Dengan rasa hormat, saya memberanikan diri membuat surat kepada Bapak. Tiada lain saya merasa se-ihwah dan seagama. Semoga Bapak dalam keadaan sehat wal afiat.
Bapak harus berbesar hati, karena menurnt Hadits manusia itu tempatnya lupa dan kesalahan. Nabi Muhammad sebagai Rasul pun tetap ada kesalahannya hanya Nabi Muhammad di ma’sum oleh Allah. Saya ingin pesan kepada Bapak:
Baca innal lillahi wa inna ilaihi rajiun (sesungguhnya dari Allah kembali kepada Allah)
– Tiap malam, baca Allah huma ajjimi inna lillahi wa innal musibati wahlipli haeri minha, artinya: Ya Allah semoga musibah ini dari Allah diganti dengan kebaikan atau yang lebih baik.
– Hajat tulak bala/hajat keparat kepada fakir miskin dan kepada anak yatim dengan dibarengi niat yang ikhlas.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. (DTS)
Amin ya rabbal alamin.
Wassalam,
Hj. Yulipah
Bandung
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 226. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
