MENPEN: SEJUMLAH PENERBITAN AKAN KENA SANKSI

MENPEN: SEJUMLAH PENERBITAN AKAN KENA SANKSI

 

 

Jakarta, Antara

Menteri Penerangan Harmoko hari Selasa menyatakan meskipun pers nasional secara menyeluruh kini mengalarni kemajuan, namun belakangan iniia melihat adanya kemerosotan mutu segelintir wartawan dari beberapa media penerbitan di Indonesia.

Oleh karena itu, atas pertanyaan wartawan selesai melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta, ia menegaskan bahwa para penerbit tersebut akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Menurut Menteri, langkah-langkah penetapan sanksi itu kini masih diproses oleh Departemen Penerangan dan bisa dikeluarkan sesudah maupun sebelum Lebaran mendatang.

Ketika ditanya apa bentuk sanksi tersebut, Harmoko mengatakan “Mungkin peringatan tertulis. Tetapi kalau terus-terusan, bisa berkaitan dengan pembatalan SIUPP meskipun saya berharap jangan sampai ke situ.” Menpen belum bersedia menyebutkan jumlah penerbit yang akan dikenakan sanksi itu kecuali menjelaskan bahwa mereka terdiri atas penerbit di ibukota maupun di daerah.

Tentang kemerosotan mutu yang dimaksudkannya, Harmoko mengatakan bahwa indikatornya antara lain terlihat pada adanya peliputan yang kurang akurat, pemutar balikan fakta, salah mengutip pernyataan sumber berita, dan tidak dihormatinya tata nilai jurnalistik.

Akan tetapi, sambungnya, yang paling menonjol adalah kurangnya pemahaman terhadap tata nilai jurnalistik. Menpen mengungkapkan bahwa pihaknya banyak menerima laporan sejumlah pejabat dan warga masyarakat yang mengeluh atas pemberitaan pers dengan mutu merosot itu.

“Kalau wartawan tahu anatomi berita dan ilmu jurnalistik, pasti dia akan mengutip dan membuat berita dengan baik,” tandasnya.

 

Kalau Itu Lain …..

Sewaktu dimintai komentarnya tentang adanya pejabat yang salah dalam memberikan keterangan sehingga akhirnya juga dikutip dengan salah oleh wartawan, Harmoko menjawab “Oh kalau itu lain lagi soalnya. Makanya setiap pejabat harus hati-hati dalam memberikan keterangan.”

Menpen Harmoko menghadap Presiden untuk melaporkan hasil perjalanan safari Ramadhan yang dilakukann ya di Sumatera baru-baru ini.

Dijelaskannya bahwa selama melakukan perjalanan safari tersebut, ia banyak memperoleh temuan yang penanganannya akan dikoordinasikannya dengan para pejabat atau menteri yang terkait.

Memberikan contoh tentang temuannya, Menpen antara lain menunjuk pada kerusakan jalan yang cukup parah akibat seringnya dilalui kendaraan truk dengan tonase tinggi.

 

 

Sumber : ANTARA (02/05/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 538-539.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.