Mestinya Mereka Sadar
Desember, 1998
Kepada
Yth. Bapak H.M. Soeharto
di Jakarta
MESTINYA MEREKA SADAR [1]
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pertama-tama saya dan keluarga mengucapkan selamat memasuki bulan suci Ramadhan, semoga amal ibadah Bapak sekeluarga diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian saya ingin menyampaikan rasa simpati saya kepada Bapak karena saya sangat menghormati jasa-jasa Bapak dalam memimpin bangsa Indonesia yang kita cintai. Saya membenci orang-orang yang menghujat Bapak dan keluarga. Seharusnya mereka sadar bahwa mereka juga hidup senang di bawah kepemimpinan Bapak. Jangan lantaran krismon melanda negara kita, mereka beranggapan penyebab terjadinya semua ini karena hal-hal yang Bapak lakukan di masa lampau. Saya cuma bisa membantu melalui doa, agar Bapak dan keluarga selalu diberi kekuatan, kesabaran, dan kesehatan dalam menghadapi semua ini. Tak lupa, salam hormat saya kepada seluruh keluarga Bapak terutama Ibu Tutut. (DTS)
Hormat saya,
Muh. Rustam Fadlu Tukuboya
Maluku Tengah
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 186. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
