PARLEMEN JERMAN: TIMTIM CAPAI KEMAJUAN MENGAGUMKAN

PARLEMEN JERMAN: TIMTIM CAPAI KEMAJUAN MENGAGUMKAN

 

 

Jakarta, Antara

Timor Timur sekarang ini telah mencapai kemajuan yang mengagumkan dalam berbagai bidang seperti penelidikan, pelayanan kesehatan, perumahan dan prasarana. “Kami mendukung upaya-upaya Pemerintah Indonesia dalam membangun wilayah itu, yang sedemikian jauh telah menunjukkan hasil positif,” kata Klaus-Jurgen Hedrich, ketua delegasi Parlemen Republik Federal Jerman “Bundestag” Jerman ­ASEAN (Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara), dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Hal itu dikemukakannya setelah ia dan enam anggota rombongannya mengunjungi propinsi RI yang ke-27 itu.

Pernyataan ketua delegasi itu didukung oleh seorang anggota lain Bundestag yang mengatakan, keadaan Timtim sekarang jauh berbeda dari yang pemah dilihatnya ketika ia mengunjungi propinsi itu untuk pertama kali pada awal 1985.

Delegasi Bundestag Jerman-ASEAN itu juga mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk memperlancar proses pembangunan di wilayah tersebut.

Rombongan itu bertemu dengan Gubernur Timtim Mario Viegas Carrascalao dan beberapa pejabat setempat.

Hedrich juga mengungkapkan terima kasihnya kepada Presiden Soeharto, Menlu Ali Alatas, dan anggota-anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen di DPR.

“Kami sangat mengagumi sumbangan pribadinya (Presiden Soeharto-Red.) bagi pembangunan Republik Indonesia dalam banyak bidang,” katanya.

Delegasi Bundestag Jerman-ASEAN mempunyai dua tugas pokok, yaitu pertama meningkatkan serta mempererat hubungan antara lembaga-lembaga Parlemen Jerman dan negara ASEAN, dan kedua membela kepentingan rakyat di kawasan ASEAN yang bersahabat dengan sistem politik Jerman.

Selain mengunjungi Timtim, rombongan yang berada di Indonesia antara 26 Juni dan 6 Juli itu juga telah melihat keadaan-keadaan di Jakarta, Jawa, Bali dan Irian Jaya.

 

 

Sumber : ANTARA (06/07/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 256-257.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.