PELINTAS BATAS TRADISIONAL INDONESIA -PNG TIDAK GANGGU KESTABILAN

PELINTAS BATAS TRADISIONAL INDONESIA -PNG TIDAK GANGGU KESTABILAN

 

 

Jakarta, Antara

Kegiatan lintas batas diantara rakyat perbatasan Indonesia dan Papua Niugini (PNG) memang tidak akan pernah berakhir, karena rakyat daerah perbatasan umumnya mempunyai hubungan persaudaraan, namun masalah ini tidak akan menimbulkan gejolak.

Keyakinan tentang tidak akan terganggunya hubungan Indonesia dan PNG itu disampaikan Ketua Delegasi Parlemen PNG Parry Zeipi kepada wartawan sesudah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Sabtu.

“Lintas batas akan selalu terjadi, oleh karena rakyat di daerah perbatasan umumnya mempunyai hubungan persaudaraan. Kegiatan lintas batas ini bukanlah merupakan masalah yang sulit dipecahkan. Saya tidak berpikir kegiatan ini akan menimbulkan ketidakstabilan,” kata Zeipi yang berasal dari perbatasan.

Ia memberi contoh, jika orang-orang Irja pada tanggal 17 Agustus memperingati HUT Proklamasi, maka akan ada orang PNG yang ikut merayakannya. Sebaliknya orang Irja akan berkunjung ke PNG misalnya jika ada peringatan HUT PNG.

Ketika ditanya tentang Organisasi Papua Merdeka (OPM), Zeipi mengatakan bahwa pemerintah dan bangsa PNG selalu berpendapat masalah ini merupakan urusan Indonesia sendiri.

Ia mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden Soeharto, dibahas berbagai langkah untuk meningkatkan hubungan kedua negara. Ia memberi contoh kegiatan perdagangan di daerah perbatasan masih mempunyai peluang besar untuk ditingkatkan.

 

 

Sumber : ANTARA (17/06/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 244.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.