PRESIDEN: INDONESIA HARUS BUAT SATELIT

PRESIDEN: INDONESIA HARUS BUAT SATELIT [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto mengungkapkan keinginan Indonesia untuk mulai sekarang berusaha meningkatkan swasembada dalam bidang Angkasa Luar. Indonesia tidak boleh terus bergantung pada negara2 yang telah maju, tetapi harus mulai berusaha dapat membuat dan meluncurkan satelit sendiri, kata Presiden.

Hal itu disampaikan Presiden Soeharto kepada para peserta Seminar Regional PBB dan FAO mengenai aplikasi Teledeteksi Sumber Alam di Istana Merdeka, hari Kamis.

Dikatakan tentang peranan satelit yang penting baik untuk mengetahui isi kekayaan alam Indonesia maupun untuk kepentingan komunikasi yang sangat penting guna memelihara persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, mengingat wilayah Indonesia yang berbetuk kepulauan.

Oleh karenanya, demikian Presiden meskipun kemampuan kita masih terbatas tetapi telah memberanikan diri meluncurkan satelit tahun 1976 nanti yang khususnya guna kepentingan komunikasi sehingga persatuan dan kesatuan tersebut dapat tercapai.

Kegunaannya dalam hubungan dengan kekayaan alam, menurut Presiden Soeharto berdasarkan UUD’ 45 kita harus memanfaatkan kekayaan alam Indonesia bagi kepentingan rakyat banyak untuk dapat memanfaatkanya itu. Kita harus mengetahui apa isi kekayaan alam kita. Dan dengan satelit kita dapat mengetahui serta mendapatkan pengalaman dari eksplorasi kekayaan alam kita.

Berdasarkan hal2 tersebut, demikian Presiden Soeharto, Indonesia menyambut gembira penyelenggaraan Seminar Regional PBB & FAO mengenai aplikasi. Teledeteksi Sumber Alam di Jakarta, pada tgl 17 hingga 28 Nopember ini. Diharapkan hasil2 seminar dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia dan rakyat negara2 berkembang lainnya.

Seminar itu diikuti oleh sejumlah negara berkembang dan negara maju, FAO, PBB serta beberapa badan PBB lainnya.

Tahun 80-an sementara itu, Direktur LAPAN, Salamua yang mengantar peserta seminar menghadap presiden mengungkapkan bahwa apabila tersedia sarananya, Indonesia sudah dapat membuat dan meluncurkan sendiri satelit untuk keperluan pembangunan ekonomi maupun eksplorasi angkasa luar pada tahun 1980-1990.

Namun untuk itu perlu dicari dana yang cukup besar mengingat sebuah satelit paling rendah berharga US$ 6 juta (seperti yang diluncurkan India), dan roket peluncurannya sendiri bernilai US $ 10 juta.

Pada tahap sekarang LAPAN telah selesai dengan studi2 guna meningkatkan kemampuan Indonesia agar secara bertahap dapat membuat satelit domestik sendiri dan meluncurkankanya.

Mengenai satelit sumber alam, dikatakan sejak tahun 1972 kita telah bekerja sama dengan NASA untuk mendapatkan gambar2 dari satelit tersebut yang sangat bermanfaat bagi keperluan pertanian, geologi, kartogradi, hidrografi.

Kita telah banyak mengambil manfaat dari padanya, antara lain untuk penyelidikan geologi P. Jawa dan penyelidikan hutan misalnya (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (28/11/75)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 818-820.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.