PRESIDEN RESTUI PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI DENGAN PERANCIS

PRESIDEN RESTUI PENINGKATAN KERJA SAMA EKONOMI DENGAN PERANCIS [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto merestui terbentuknya kelompok kerja yang terdiri dari unsur2 pemerintah dan swasta guna mengadakan konsultasi dan pertukaran informasi serta penelitian dalam rangka peningkatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Perancis.

Demikian diterangkan oleh Menteri Perdagangan Drs. Radius Prawiro selesai mendampingi Presiden di Istana Merdeka, menerima Menteri Perdagangan Luar Negeri Perancis Norbert Segard, Rabu kemarin. Kerjasama itu adalah dalam rangka transfer of technology dan pemanfaatan transfer, kata Radius menjelaskan.

Sidang I

Sementara itu, Menteri Perdagangan Luar Negeri Perancis Norbert Segar selesai pertemuannya dengan Kepala Negara itu menerangkan, bahwa dia akan kembali lagi nanti bulan Juni atau Juli untuk memimpin sidang pertama dari kelompok ini di Jakarta. Sebaliknya, Menteri Radius juga akan datang di Paris untuk memimpin sidang kelompok tersebut yang kedua.

Juga dikatakan oleh Segard bahwa dia telah menyampaikan kepada Presiden Soeharto hadapannya untuk mengadakan pameran di Indonesia tentang industri, ekonomi, teknik dan ilmu pengetahuan dalam semester II tahun 1976 mendatang.

Dikatakannya, bahwa Presiden setuju dengan gagasan ini dan telah dibicarakan bersama agar pameran itu nanti dapat disambut baik oleh kedua negara.

Menteri Segard datang menghadap Kepala Negara dengan diantar oleh Dubes Perancis di Indonesia Piere Gorca.

Diundang

Menurut menteri Segard itu, dia telah menyampaikan salam hangat dari Presiden Perancis untuk Presiden Soeharto serta telah pula membicarakan masalah politik. Telah dilihatnya ada persamaan2 antara kedua pemerintah.

”Terutama dalam masalah2 yang dihadapi sekarang ini peranan yang dimainkan Indonesia di Asia Tenggara dan Perancis di Eropa serta stabilitas kedua negara dalam pembangunan ekonomi yang dilancarkan kedua negara semuanya ini mendorong kami untuk meningkatkan hubungan dibidang politik ekonomi dan kebudayaan,” kata Segard panjang lebar.

Dalam rangka ini Presiden Soeharto telah meminta untuk memperbaharui undangannya terhadap Presiden Perancis yang dulu pernah disanggupi oleh Presiden Pompidou almarhum untuk berkunjung ke Indonesia.

Dijelaskannya, bahwa pertemuan secara teratur antara kelompok kerja itu untuk mempelajari semua masalah pertukaran2 perdagangan investasi dan secara umum kerjasama ekonomi dan industri antara kedua negara.

Dalam pada itu Presiden dalam pertemuan kemarin itu telah menjelaskan arti penting daripada ASEAN dan meminta agar Perancis mengusahakan perlakuan yang wajar terhadap bahan baku dan pertanian dari ASEAN itu. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (6/03/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 705-706.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.