Presiden Soeharto: JANGAN KORBANKAN UNSUR2 KEROHANIAN UNTUK BERTUJUAN JANGKA PENDEK

Presiden Soeharto:

JANGAN KORBANKAN UNSUR2 KEROHANIAN UNTUK BERTUJUAN JANGKA PENDEK [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto seusai meresmikan pembukaan Bali Hyatt Hotel di Bali Sanur ali hari ini, mengingatkan bahwa salah satu unsur kerohanian yang apapun juga, tidak sepantasnya kita korbankan untuk tujuan2 jangka pendek, yang akan mengotori makna kehidupan sendiri yang luhur.

Presiden mengingatkan pula apabila pembangunan kepariwisataan ialah untuk menunjang kokohnya pembangunan nasional, maka dijaga agar membanjirnya arus wisatawan ke Indonesia, tidak akan menggoyahkan nilai2 yang luhur termasuk kebudayaan daerahnya.

Ditambahkan, hal ini mempunyai arti yang lebih khusus bagi masyarakat Bali, karena kesenian yang termashur itu erat kaitannnya dengan kehidupan masyarakatnya.

Dalam peresmiannya yang menurut Humas Sekneg terpaksa diundur satu jam karena hujan. Presiden didampingi oleh Ny. Tien dan beberapa orang Menteri.

Dalih Pariwisata

Lebih lanjut Presiden mengatakan jelas bukan pada tempatnya dan tidak akan mencapai tujuan, jika ada kegiatan2 dengan dalih untuk memajukan kepariwisataan, padahal kegiatan2 itu tidak ada sangkut pautnya dengan minat wisatawan datang kemari.

Menurut Presiden, dalam usaha memberikan pelayanan kepada para wisatawan secara menarik, efisien dan memenuhi mutu internasional, kita harus tetap memelihara dan menyajikan suasana keaslian dan kepribadian Indonesia.

Disamping itu, demikian Kepala Negara, pernbangunan kepariwisataan kitajuga bukan hanya sekedar untuk mencapai tujuan ekonomi saja. Ditegaskan, sarna pentingnya dengan tujuan2 ekonomi itu, melalui kepariwisataan kita harapkan dapat tumbuh saling pengertian dan hormat menghormati antara bangsa2. Yang pada gilirannya, akan membuat kehidupan antar bangsa di dunia ini mempunyai arti yang lebih indah dan dalam.

Nikmat Secara Adil

Menyinggung masalah pernbangunan nasional, Presiden mengatakan, untuk membangun kita semua harus bekerja dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Kita semua harus dapat memberi sumbangan kepada kenaikan produksi, dan dapat membeli hasil produksi untuk perbaikan kehidupan.

Menurut Kepala Negara, kita semua harus membangun sarana2 sosial, dan kita semua mendapatkan kesempatan yang sama untuk menikmati perbaikan kehidupan sosial itu. Pendeknya, suatu kehidupan yang maju dan adil, yang terutama kita kerjakan dengan kekuatan sendiri, dan hasilnya kita nikmati secara adil dan merata, adalah tujuan pokok pembangunan yang kita kerjakan. Presiden juga mengingatkan, agar kita menyadari bahwa pembangunan memerlukan beaya, baik dalam bentuk rupiah maupun devisa, dimana salah satu sumber devisa adalah arus wisatawan yang datang kemari.

Belum Cukup

Dikatakan, masih banyak kemampuan yang dapat kita gali untuk rnenarik wisatawan kemari. Kita memiliki berbagai kebudayaan dan kesenian yang khusus dan menarik, alam kita merupakan pemandangan yang sering mempesonakan, kita mempunyai pembawaan yang ramah tamah. Unsur2 itu merupakan daya tarik yang kuat terhadap wisatawan.

Tetapi hanya itu saja belum cukup. Kita bukan saja harus membuat mereka tertarik datang kemari, akan tetapi harus melihat mereka benar2 dapat tiba di negeri ini, makin banyak makin baik. Kita harus membuat perjalanan mereka di Indonesia menyenangkan, dan membuat rnereka senang berada di tengah2 kita.

Dalam rangka inilah harus kita tempatkan, dan kita lihat pembangunan hotel2 yang semakin bertambah.

Pembangunan hotel2 ini, menurut Presiden, untuk menarik wisatawan yang mendatangkan devisa, yang kita perlukan untuk memperluas pernbangunan. Karena itu, pembangunan di bidang kepariwisataan adalah bagian dan sarana untuk pembangunan nasional kita, dan bukan sebaliknya.

Perluasan Kerja

Karena pembangunan kepariwisataan merupakan sarana untuk pembangunan nasional, maka pembangunan kepariwisataan itu secara langsung juga harus mempunyai arti bagi masyarakat luas. Ini berarti meningkatnyakegiatan kepariwisataan harus bermanfaat pula bagi perluasan keIja, mekarnya kegiatan2 ekonomi lainnya, merangsang pembangunan daerah, memberi kekuatan hidup bagi berkembangnya kesenian serta kerajinan rakyat dll. Demikian Presiden Soeharto. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (15/11/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 261-263.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.