PRESIDEN SOEHARTO: “KETAHANAN NASIONAL DI BIDANG HANKAM TIDAK MUNGKIN TERWUJUD JIKA RAKYAT TIDAK MENGAMBIL BAGIAN DI DALAMNYA”

PRESIDEN SOEHARTO: “KETAHANAN NASIONAL DI BIDANG HANKAM TIDAK MUNGKIN TERWUJUD JIKA RAKYAT TIDAK MENGAMBIL BAGIAN DI DALAMNYA” [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengatakan, ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan tidak mungkin terwujud jika seluruh rakyat tidak mengambil bagian di dalarnnya.

Bagaimana kita membela keutuhan wilayah, bagaimana kita mempertahankan kesatuan bangsa dan bagaimana kita menjaga kedaulatan negara pada akhirnya adalah masalah dan tanggungjawab seluruh rakyat.

Namun demikian, dalam seluruh usaha mewujudkan ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan itu peranan dan tanggungjawab Angkatan Bersenjata sungguh besar dan menentukan.

Presiden Soeharto mengatakan ini hari Sabtu dalam pidato kenegaraannya di depan Sidang Pleno DPR pada pembukaan masa persidangan tahun 1975/1976.

Kepala Negara mengatakan selanjutnya, Angkatan Bersenjata RI merupakan kekuatan pokok dan inti dari kekuatan Hankam kita yang dengan dukungan dan bersama-sama dengan kekuatan seluruh rakyat mampu mengatasi ancaman bahaya yang ada.

Dalam mengembangkan ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan, kata Presiden Soeharto, kita harus dapat mengembangkan secara serasi antara sistim senjata teknologi dan sistem senjata sosial.

Sejarah kita sendiri menunjukan, dan akhir2 ini sejarah bangsa2 lain makin menunjukan, bahwa dengan keunggulan senjata teknologi saja, perang tidak akan dimenangkan.

“Oleh karena itu, sistim senjata sosial harus dikembangkan sehingga bersama2 sistim senjata teknologi kita dapat mempertahankan keutuhan wilayah, kesatuan bangsa dan kedualatan negara kita,” demikian Presiden Soeharto.

Kaya dengan Pengalaman

Presiden Soeharto mengatakan “kita memang kaya dengan pengalaman mengenai hal ini.”

Dalam perang kemerdekaan kita dapat bertahan melawan musuh dengan perang rakyat semesta. Dengan cara-cara baru, dengan organisasi baru, dengan peralatan baru, dasar2 perang rakyat semesta itulah yang harus kita kembangkan.

Ini menjadi bertambah penting artinya, karena dalam jaman modern ini perang telah menjadi pertarungan yang menyeluruh antara kekuatan dua pihak yang ber-hadap2an.

Presiden mengatakan selanjutnya, ini menjadi penting juga artinya karena sebelum perang panas meletus tidak jarang didahului dengan perang dingin, subversi, infiltrasi, yang dapat memakan waktu ber-tahun2 sebelumnya.

Sistim senjata sosial ini makin lebih cocok bagi kita yang sedang membangun, dimana industri dan ketrampilan kita, kemampuan ekonomi dan keuangan kita belum mampu membuat Angkatan Bersenjata yang besar dan mutakhir persenjataannya.

“Namun ini tidak berarti kita mengabaikan pembangunan kekuatan pertahanan­keamanan,” kata Kepala Negara.

Disesuaikan dengan Kemungkinan Bahaya yang Datang

Presiden mengatakan, pembangunan Angkatan Bersenjata harus disesuaikan dengan kemungkinan bahaya yang datang dan harus disesuaikan dengan kemampuan2 bangsa kita untuk memiliki Angkatan Bersenjatanya.

“Saat ini misalnya,” kata Presiden, “kita belum perlu dan belum mampu memiliki pembom2 raksasa atau kapal2 penempur yang besar.”

Yang lebih kita perlukan adalah Angkatan Bersenjata yang mampu bergerak dengan cepat untuk segera menumpas gangguan terhadap keamanan dan terhadap keutuhan wilayah negara dengan menggunakan kekuatan senjata.

Yang juga kita perlukan adalah sistim, dimana kita segera tahu tempat dan wujud gangguan yang muncul. Dalam hubungan ini, kemampuan rakyat untuk menjaga sendiri keamanan dilingkungannya serta menyiapkan lingkungan untuk kepentingan pertahanan yang effektif harus merupakan kekuatan pertama untuk menghadapi bahaya itu.

Dengan kata lain harus kita kembangkan lebih nyata apa yang dahulu telah kita laksanakan, ialah pembinaan teritorial, demikian Presiden Soeharto.

Presiden mengatakan, ini tidak ada hubungannya dengan soal militerisme, juga tidak berarti militer menguasai sipil. lni adalah bagian yang penting dari hidup dan matinya bangsa dan negara kita. lni adalah masalah pemerintah, masalah Angkatan Bersenjata dan masalah rakyat.

Erat Hubungannya dengan Kelancaran Pelaksanaan Pembangunan

Kepala Negara mengatakan selanjutnya, usaha peningkatan ketahanan nasional sangat erat hubungannya dengan kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Kedua2nya dapat berjalan serempak dan bersama-sama dan bahkan akan saling memperkuat dan memperlancar hasil2nya apabila benar2 dilaksanakan secara tepat dan serasi.

Dengan makin mantapnya ketahanan nasional kita, yang berarti makin ulet dan tangguh kita dalam menghimpun kemampuan untuk menyingkirkan setiap ancaman dan rintangan yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan, maka makin terjaminlah kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Dilain pihak dengan hasil2 yang dicapai dalam pembangunan khususnya dibidang ekonomi akan memperkuat ketahanan kita di bidang ekonomi dan akan memperbesar pula kemampuan kita untuk memperkuat ketahanan nasional dibidang-bidang yang lain.

Presiden Soeharto mengatakan, “dalam melaksanakan pembangunan yang sekarang ini pun kita terus mengusahakan sekaligus agar ketahanan nasional kita makin bertambah kokoh.” (DTS).

Sumber: ANTARA (16/08/1975)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 753-755.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.