PRESIDEN TERIMA SURAT KEPERCAYAAN DUA DUBES BARU

PRESIDEN TERIMA SURAT KEPERCAYAAN DUA DUBES BARU

 

Presiden Soeharto di Istana Merdeka Jakarta Kamis pagi menerima surat-surat kepercayaan dua Duta besar baru untuk Indonesia masing-masing Siegfried Kuhnel dari Republik Demokrasi Jerman dan Kamtorn Udomritthiruj dari Kerajaan Thailand.

Ketika menerima surat kepercayaan Duta besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Demokrasi Jerman Presiden menyatakan gembira melihat hubungan dan kerja sama ke dua negara yang bertambah erat.

Semakin eratnya hubungan ini antara lain ditandai oleh penanda tanganan protokol mengenai kerja sama ekonomi dan perdagangan serta dibentuknya kondisi bersama mengenai kerja sama ekonomi.

Pemerintah Indonesia dan Jerman Timur juga sedang mempertimbangkan persetujuan-persetujuan memperlancar hubungan ekonomi dan perdagangan

“Karena itu saya melihat tahun-tahun mendatang merupakan masa yang membuat kemungkinan bagi kita untuk makin mengembangkan hubungan dan kerja sama yang saling memberi manfaat di bidang ekonomi dan perdagangan demikian Presiden.

Ia mengemukakan dalam menghadapi rnasalah internasional terdapat banyak kesamaan pandangan antara Indonesia-Jerman Timur yang dapat dijadikan landasan kerja sama konstruktif.

Diharapkan penugasan Kuhnel di Indonesia makin mendorong kerja sama ke dua negara.

Ketahanan Nasional

Dalam pidato balasan ketika menerima Dubes baru Thailand Presiden mengatakan hubungan erat Indonesia – Thailand merniliki akar sangat dalam di masa lampau yang sampai sekarang tampak rnasih ada pengaruhnya. dalam bentuk kebudayaan.

Sebagai sesama negara anggota ASEAN bangsa Indonesia merasa bangga bersahabat dengan Thailand. “Bagi kami, Thailand bukan hanya sahabat/melainkan negara yang kami pandang memiliki tradisi kebangsaan yang pantas dibanggakan” kata Presiden,

Persatuan dan kesatuan bangsa Thai yang selalu terjalin erat dalam pasang-surut sejarah suatu bangsa merupakan bukti nyata betapa Thailand memiliki kemampuan tinggi dalam membina dan mengembangkan ketahanan nasionalnya.

“Kemampuan tersebut merupakan sumbangan besar bagi terwujudnya ketahanan regional dalam rangka ASEAN,” demikian Presiden.

Ia berpendapat ketahanan regional merupakan salah mutu wujud perkembang ASEAN yang didambakan, karena, hanya dengan itu negara di Asia Tenggara dapat menciptakan wilayahnya damai bebas dan netral.

Wilayah Yang Mantap

Dengan jalan itu, lanjut Presiden, negara-negara namun menciptakan wilayah yang tentram dan mantap, yang merupakan prasyarat bagi pembangunan nasional masing-masing.

Ketahanan regional juga membuat negara-negara Asia Tenggara menentukan masa depannya sendiri, tanpa diombang-ambingkan kekuatan luar, kata Presiden Soeharto.

Dubes Kamtorn Udomritthiruj bertugas di Indonesia untuk menggantikan Dr. Rongpet Sucharitkul, sedang Dubes Siegfried Kuhnel menggantikan Werner Peters. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/11/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 445-446.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.