RESIDEN: MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA HARUS DIBANGUN SEJAK BAYI

PRESIDEN: MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA HARUS DIBANGUN SEJAK BAYI

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyatakan pembangunan manusia Indonesia yang utuh harus dimulai sejak dini, yaitu sejak masa kanak-kanak, bahkan sejak bayi masih berada dalam kandungan ibunya.

Dalam sambutannya ketika membuka Simposium Internasional III tentang Kesehatan masyarakat Kawasan Asia dan Pasifik di Istana Negara, Jakarta, Senin pagi, Kepala Negara mengingatkan bahwa pembangunan manusia Indonesia yang utuh dan mandiri merupakan hakekat pembangunan yang dilaksanakan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, katanya, usaha memperbaiki derajat kesehatan, masyarakat juga merupakan tujuan tersendiri dalam pembangunan itu. “Manusia yang rendah tingkat kesehatannya sulit menjadi manusia yang utuh dan mandiri. Masyarakat yang rendah derajat kesehatannya sulit untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraannya,” sambungnya.

Presiden menjelaskan bahwa pembangunan kesehatan banyak dipengaruhi berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan alamiah, sistem pelayanan kesehatan, perilaku maupun adat istiadat masyarakat.

Oleh karena itu pula tegasnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak saja harus dilakukan melalui upaya-upaya dalam sektor kesehatan, melainkan juga harus dilakukan melalui upaya-upaya terpadu di luar sektor kesehatan.

Pada pembukaan simposium yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri tersebut, Presiden mengemukakan bahwa sejak melaksanakan pembangunan hampir dua dasawarsa lalu, tingkat kesehatan masyarakat di Indonesia tampak terus bertambah baik.

“Angka kematian bayi berhasil kami turunkan, harapan hidup rata-rata orang Indonesia dapat kami tingkatkan, kesehatan anak-anak dan remaja kami juga makin baik, demikian pula halnya dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” katanya.

Meskipun begitu, Presiden mengakui masih banyak hal yang harus terus dilakukan di Indonesia untuk membangun kesehatan masyarakat.

 

Kelangsungan Hidup Anak

Kepala Negara berpendapat, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, penjagaan kelangsungan hidup anak merupakan upaya yang teramat penting.

Menurutnya, menjaga kelangsungan hidup anak juga merupakan bagian upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang akan menjadi andalan utama kelangsungan pembangunan di masa depan.

“Tantangan pembangunan di masa depan akan makin banyak, makin berat dan rumit. Tantangan-tantangan masa depan itu hanya mungkin dijawab oleh manusia yang berkualitas,” tandasnya.

Simposium Internasional Konsorsium Kesehatan Masyarakat Asia Pasifik (APACPK) III yang dijadwalkan berlangsung tujuh hari di Jakarta itu dinilai oleh Presiden diselenggarakan pada saat tepat.

Ia berharap dari simposium tersebut muncul gagasan segar yang dapat mempercepat laju pembangunan di negara-negara kawasan Asia Pasifik, yang sebagian terbesar masih termasuk dalam jajaran negara-negara sedang membangun.

 

 

Sumber : ANTARA (05/12/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 508-510.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.