SAMBUTAN PRESIDEN PADA PEMBUKAAN RAKER DITJEN IMIGRASI

HM Soeharto dalam berita

SAMBUTAN PRESIDEN PADA PEMBUKAAN RAKER DITJEN IMIGRASI [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menilai bahwa dalam dasawarsa sekarang ini dunia sedang berobah dengan cepat, dengan laju kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Menteri Kehakiman Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja SH pada upacara pembukaan rapat kerja Direktorat Jenderal Imigrasi yang pertama dalam sepuluh tahun terakhir ini di Jakarta hari Selasa, Presiden mengatakan kini sesungguhnya sedang berlangsung pergeseran2 kekuatan dan tata susunan dunia, baik dilapangan politik, ekonomi maupun militer.

Proses perobahan yang demikian kata Presiden tentu saja membawa pengaruh2 yang besar baik berupa, pengaruh yang menguntungkan maupun pengaruh2 yang merugikan kepentingan nasional kita.

Namun perobahan maupun pengaruh itu tidak mungkin kita elakkan, kata Presiden. Persoalan kita adalah bagaimana agar perobahan dunia tadi dapat berkembang kearah yang baik dan sekaligus juga berpengaruh baik terhadap usaha2 pembangunan yang sedang giat2nya kita lakukan sekarang.

Yang kita inginkan, kata Presiden adalah tatanan baru dunia yang lebih baik menjamin kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi semua orang dimana semua bangsa penuh saling pengertian dan saling menghormati.

Berkata Presiden selanjutnya dalam kerangka besar tata hubungan yang demikian tentu saja makin banyak lalu-lintas orang dan lalu lintas gagasan2 antar bangsa2. Kita tidak akan menutup diri terhadap lalulintas yang demikian, kata Presiden menambahkan namun adalah kewajiban kita dan justru untuk menjamin tercapainya tujuan2 nasional kita, untuk mengusahakan agar lalu-lintas orang dan lalulintas gagasan itu dapat berjalan sebaik2nya, lancar tertib dan aman bermanfaat bagi pembangunan dan kekokohan kita sendiri, yang dapat menjamin keselamatan dan kelangsungan hidup bagi kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Presiden dalam amanatnya itu menekankan perlunya benar2 dipahami oleh semua petugas Imigrasi hubungan antara pikiran2 mengenai pembangunan pelaksanaan di lapangan.

Dengan memahami hubungan yang demikian kata Presiden maka bukan saja masing2 petugas lmigrasi merasa ikut memberi andil dalam pembangunan nasional yang besar ini, melainkan juga akan lebih tepat dalarn melaksanakan tugas.

Berkata Presiden, semua pegawai negeri termasuk pegawai imigrasi harus memahami benar2 segala seluk-beluk pembangunan, menghayati dasar2, arah dan tujuan pembangunan, meresapi arti bahwa pembangunan itu adalah untuk rakyat dan oleh rakyat dan peranan pemerintah sebagai pembimbing dan pendorong. Untuk itu, kata Presiden pula, setiap pegawai negeri harus benar2 menguasai pengetahuan teknis dibidang masing2, karena pada akhirnya segala program pembangunan harus diterjemahkan kedalam usaha2 nyata dan dilaksanakan oleh tenaga2 yang mampu melaksanakan program tsb. dengan berhasil.

Jangan Dilihat Dari Sudut Sendiri

Berkata Presiden selanjutnya, memahami seluk beluk pembangunan menjadi sangat penting karena apa yang dilakukan oleh setiap unsur harus merupakan bagian daripada seluruh kegiatan pembangunan yang secara nasional harus bergerak menuju arah yang satu.

Terus terang, kata Presiden, banyak diantara pejabat dan pegawai-pegawai negeri yang melihat persoalan2 pembangunan itu se-mata2 dari sudut bidangnya sendiri, tanpa mengerti duduk persoalan dan kaitannya dengan bidang2 lain dalam proses pembangunan secara keseluruhan. Ini dapat mengakibatkan pembangunan berjalan timpang, karena kegiatan di satu bidang terlepas hubungan dan artinya dari kegiatan2 di bidang lain kata Presiden. Secara teknis hal itu mengakibatkan tidak efisien dan tidak efektifnya pengarahan kemampuan nasional kearah sasaran nasional.

Pada bagian akhir amanatnya Presiden mengemukakan, dalam usaha memperbesar penerimaan devisa, di samping langkah2 meningkatkan ekspor, maka kini pemerintah ingin menarik wisatawan se-banyak2nya ke negeri ini.

Kesibukan kepariwisataan kata Presiden mempunyai segi2 yang luas, ia akan menghasilkan devisa, ia akan mengisi hotel2, ia akan membeli2 barang2 kerajinan rakyat, ia akan menumbuhkan kegiatan angkutan di dalam negeri dania Juga akan merupakan sarana untuk saling mengenal antar bangsa dan kemanfaatan2 lainnya, oleh karena itu kegiatan kepariwisataan itu harus benar2 ditingkatkan, kata Presiden.

Dalam hubungan ini peranan keimigrasian sangat besar, kata Presiden, wisatawan harus kita perlakukan dengan baik, sopan, wajar dan cepat. Pada saat para wisatawan menginjakkan kakinya di bumi Indonesia kita ini maka petugas Imigrasilah kata Presiden yang mereka temui pertama kali. Pertemuan pertama itu sangat penting, ia dapat memberi kesan yang baik tetapi juga bisa sebaliknya. Ini tidaklah berarti kata Presiden pula dengan keramah-tamahan dan kelancaran itu masalah pengamanan dan kewaspadaan diabaikan.

Rapat kerja Direktorat Jenderal Imigrasi tsb. akan berlangsung sampai dengan tanggal 26 Juni yang akan datang dan diikuti oleh semua unsur pimpinan unit2 Dien Imigrasi di pusat dan di daerah serta atase2 Imigrasi di Luar Negeri..

Pada upacara pembukaan hari Selasa itu Menteri Kehakiman memberikan pengarahan2an teknis.  (DTS)

Sumber: ANTARA (22/06/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 66-68.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.