PRESIDEN : ASPIRASI BARU HARUS TERSALUR DALAM DEMOKRASI PANCASILA Presiden Soeharto menyatakan, aspirasi-aspirasi baru, harapan-harapan baru dan kekuatan-kekuatan kreatif baru yang dibangkitkan oleh pembangunan yang makin maju, harus tersalur sebaik-baiknya dalam pengembangan
PRESIDEN : JANGAN AMALKAN PANCASILA SEPOTONG -SEPOTONG Presiden, Soeharto Rabu menekankan perlunya dihindari pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari secara sepotong-sepotong, yakni pengamalan yang lebih berat pada sila-sila tertentu. Pengamalan Pancasila dalam
Presiden Soeharto: PEMBANGUNAN DAN DEMOKRASI HARUS BERJALAN SEIRING Presiden Soeharto menegaskan, pembangunan dan demokrasi harus berjalan seiring. Sebab pembangunan tanpa demokrasi dapat berarti penindasan dan demokrasi tanpa pembangunan dapat berarti masa depan tanpa harapan.
TAJUK RENCANA : ANTAR KEMAKMURAN DAN KEAMANAN Pri kehidupan yang sejahtera lahir dan batin, seperti dituntut Pembukaan UUD 1945, hanya bisa dicapai bila kemakmuran tercipta, dan kemakmuran itu bisa dinikmati secara adil dan merata.
KAIL UNTUK HIU BODOH Presiden Soeharto memenuhi janjinya kepada para nelayan ikan hiu NTT untuk memberikan sumbangannya berupa 50 buah kail, yang disampaikan melalui Gubernur NTT, Ben Mboi, di Bina Graha, Jakarta,
DAOED BEUREUEH DAN BAITUL A’LA Hampir boleh dikatakan, istilah apapun yang diberikan kepadanya. tidak menjadi soal, dari seorang Abu sampai kepada istilah pemberontak. Kira-kira begitulah, terserah, apa yang mau diistilahkan. Namun ada