TAJUK RENCANA: PRESIDEN MINTA MASUKAN

TAJUK RENCANA: PRESIDEN MINTA MASUKAN

Jakarta, Suara Pembaruan

DALAM sidang kabinet terbatas bidang Ekuin tanggal 3 Pebruari 1988 Presiden Soeharto telah meminta kepada para menteri dan pejabat tinggi Kabinet Pembangunan IV agar mereka memberikan masukan sebagai bahan bagi penyusunan laporan pertanggungjawaban Presiden selaku Mandataris MPR dalam Sidang Umum MPR bulan Maret 1988.

UUD 45 menetapkan adanya putaran lima tahun dalam kehidupan kenegaraan kita yang masing-masing dimulai dengan pelantikan Presiden/Mandataris MPR dan berakhir dengan laporan pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR itu kepada Sidang Umum MPR lima tahun kemudian.

Putaran lima tahun, yang dimulai dengan pelantikan Presiden Soeharto pada tanggal 11 Maret 1983, sekarang telah memasuki bagian akhirnya.

Tempat dan arti apakah yang nanti akan diberikan oleh sejarah Indonesia kepada masa jabatan Kabinet Pembangunan IV selama putaran lima tahun yang segera akan berakhir ini?

TUGAS sentral dari Kabinet Pembangunan IV ini ialah menyusun dan melaksanakan Repelita IV. Setelah melewati Pelita I II dan III maka Repelita IV dimaksud untuk membawa kita ke bagian akhir dari Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun pertama, yang telah kita mulai tahun 1969.

Kita telah memperoleh peluang untuk memulai Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun pertama itu setelah kita mengatasi G-30-S/PKI 1965 dan ekor-ekornya. Dengan itu kita telah meninggalkan iklim perang dan revolusi untuk memasuki era pembangunan kita.

Pada waktu itu kita menyadari bahwa kita telah mengalami kemunduran yang sangat parah di bidang ekonomi sejak pendudukan Jepang tahun 1942, disusul oleh hampir 25 tahun perang dan revolusi sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Pada waktu itu negara-negara tetangga kita yang menjadi merdeka tanpa melalui perang dan revolusi yang berkepanjangan, telah mendahului kita dalam pembangunan.

Dengan Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun pertama, kita hendak melaksanakan tahap awal pembangunan kita untuk mengatasi kemunduran dan memacu ketinggalan tadi untuk membawa kita kepada suatu tahap yang akan memungkinkan kita memasuki "tinggal landas" dalam Pembangunan Jangka Panjang 25 tahun kedua nanti menjelang akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21.

TINGGAL landas tidak lain artinya bahwa suatu masyarakat lambat laun meninggalkan ciri-ciri masyarakat berkembang dan lambat laun makin memperlihatkan ciri-ciri masyarakat maju. Yang hendak kita capai bukan sembarang masyarakat maju, melainkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan lestari berdasarkan Pancasila .

Oleh sebab itu maka dalam Repelita IV kita mempunyai tiga target yang bersifat strategis bagi Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun Pertama bahkan juga bagi Pembangunan Jangka Panjang 25 Tahun Kedua nanti. Ketiga target itu ialah

(1) menciptakan kerangka landasan yang akan memberikan pondasi yang kuat dan arah yang jelas bagi pembangunan selanjutnya, (2) kekuatan-kekuatan sosial politik dan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila sebagai asas satu­satunya, yang akan menjadi soko-guru-soko-guru dalam pembangunan selanjutnya, (3) pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila sebagai model bagi pembangunan selanjutnya.

APAKAH kita telah mencapai ketiga target tadi selama putaran lima tahun yang sekarang ini memasuki bagian akhirnya?

Dalam hal ini kita mencatat bahwa selama putaran lima tahun sekarang ini, di mana kita menghadapi tugas strategis yang penting, maka perkembangan di bidang ekonomi internasional justru tidak begitu ramahnya terhadap kita dibandingkan dengan putaran­putaran lima tahun sebelumnya Waktu itu kita pemah agak dimanjakan oleh harga minyak bumi yang tinggi.

Kemungkinan menurunnya harga minyak bumi telah kita ketahui pada tahun 1983 dan secara dini kita telah mengadakan persiapan untuk menghadapi kemungkinan seperti itu. Tanpa persiapan itu kita pasti akan menghadapi keadaan yang jauh lebih parah lagi.

Dalam pada itu apa yang terjadi khusus dalam tahun 1985 telah menghadapkan kita dengan tantangan-tantangan yang jauh lebih berat dari pada yang kita perkirakan sebelumnya.

Demi menyelamatkan pembangunan kita, maka kita telah mengambil tindakan­ tindakan penyesuaian dan perbaikan, termasuk tindakan-tindakan pahit yang telah meminta pengorbanan yang besar dari kita semua.

Kita percaya bahwa para menteri dan para pejabat tinggi akan memberikan masukan yang sebaik-baiknya bagi penyusunan laporan pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR mengenai putaran lima tahun yang sekarang ini telah memasuki bagian akhirnya.

Jakarta, SUARA PEMBAHARUAN

Sumber : SUARA PEMBAHARUAN (05/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 225-257.

http://sifastore
Presiden Soeharto merupakan kader terbaik bangsa yang keseluruhan hidupnya dihabiskan untuk membangun bangsa ini. Mulai dari perjuangan fisik pada era kemerdekaan hingga perjuangan terwujudnya Tinggal Landas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses