Terjerumuslah Ke Demokrasi Liberal
Mataram, 20 Juni 1998
Kepada
Yth. Bapak H.M. Soeharto
Jl. Cendana No. 1
Jakarta Pusat
TERJERUMUS KE DEMOKRASI LIBERAL [1]
Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Abdul Azis Saleman, SH
Tempat, tgl lahir : Bone (Sulsel), 28 Desember 1954
Pekerjaan : Ketua KAPP Nusa Wangi
Alamat Kantor : Mataram
Alamat Rumah : Mataram
Dengan ini menyampaikan dukungan atas kabinet Reformasi pembangunan yang Bapak pimpin. Untuk itu, selaku warga negara Indonesia tergerak hati saya, sekedar ingin menyumbang pendapat/ saran-saran sebagai berikut:
Bahwa Negara Republik Indonesia adalah Negara Hukum, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dan Pancasila landasaan idiil. Warga negara Republik Indonesia pada umumnya saat ini mendambakan kepastian hukum dalam penyelenggaraan negara maupun dalam pengambilan kebijaksanaan oleh pemerintah dalam menanggulangi krisis moneter.
Krisis moneter adalah beban yang sangat berat bagi pemerintah, namun saya yakin apabila kepastian hukum dalam bidang hukum, bidang ekonomi, bidang politik berjalan, Insya Allah semua akan tertanggulangi. Sesuai dengan azas hukum, sifat hukum, adalah mengatur dan memaksa, hal ini erat kaitannya dengan reformasi hukum, reformasi ekonomi, dan reformasi politik.
Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengeluarkan aturan/ketentuan-ketentuan mengatur ketiga bidang tersebut sejalan dengan Demokrasi Pancasila. Saat ini para demonstran lebih banyak menggunakan demokrasi liberal. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, maka tatanan hukum, tatanan ekonomi, tatanan politik akan menjadi rusak.
Banyak orang, menggugat mengenai Yayasan yang dipimpin mantan Presiden Soeharto, para penggugat tidak mengerti apa itu Yayasan bagaimana pengaturannya secara hukum.
Banyak orang, menghujat mantan Presiden Soeharto dengan tuduhan tanpa alasan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, mohon sudi kiranya Bapak Presiden RI berkenan mengangkat penasehat hukum, yang bisa memberikan masukan-masukan guna dapat dijadikan bahan dalam pengambilan kebijaksanaan-kebijaksanaan. (DTS)
Demikian dan terima kasih.
Hormat Kami
Abdul Azis Saleman,
SH Mataram
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 271-272. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
