Tetaplah Tawakal
Jakarta, 11 Juni 1998
Kepada
Yth. Bapak H.M. Soeharto dan keluarga
di Jakarta
TETAPLAH TAWAKAL [1]
Assalamu’alaikum wr. wb.
Bersama surat ini saya menyampaikan rasa simpati yang sangat dalam kepada Bapak, yang selama kurang lebih 30 tahun berbakti kepada nusa dan bangsa. Membangun negara ini menjadi sejajar dengan negara-negara berkembang lainnya.
Sebagai warga negara, sepantasnya saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan keluarga.
Saya mendoakan semoga Bapak dan keluarga tetap tabah dan tawakal menerima cobaan yang begitu berat. Amiin….! (DTS)
Hormat saya,
Ir. Yudnansyah
Depok
[1] Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 223. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.
