1980-05-03 Lantik Dua Duta Besar, Presiden Soeharto: Indonesia Tidak Akan Meninggalkan Politik Bebas Aktif

Lantik Dua Duta Besar, Presiden Soeharto: Indonesia Tidak Akan Meninggalkan Politik Bebas Aktif[1]

 

SABTU, 3 MEI 1980, Presiden Soeharto hari ini melantik dua orang duta besar baru Indonesia di Istana Merdeka. Kedua duta besar itu adalah Mayjen. Soekamto Sayidiman untuk Selandia Baru merangkap Fiji dan Samoa Barat, dan Brigjen. Pudjo Prasetyo untuk Laos.

Dalam acara pelantikan ini, Presiden Soeharto menekankan bahwa Indonesia sama sekali tidak akan meninggalkan politik luar negeri yang bebas aktif. Malah sebaliknya, Indonesia akan melaksanakannya dengan selurus-lurusnya, meskipun keadaan dunia sekarang jauh berbeda dibanding dengan keadaan sewaktu perjuangan kemerdekaan. Ditekankannya pula bahwa politik luar negeri yang bebas aktif itulah yang akan membimbing bangsa Indonesia memantapkan kemerdekaan nasionalnya, yaitu merdeka di lapangan politik, dan merdeka pula di lapangan ekonomi. Demikianlah Presiden Soeharto. (WNR)



[1] Dikutip langsung dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 293. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.