1986-12-23 Menerima Senator AS, Presiden Soeharto: Soal Normalisasi Diplomatik, RRC Harus Jamin Tidak Campuri Urusan Dalam Negeri Indonesia

Menerima Senator AS, Presiden Soeharto: Soal Normalisasi Diplomatik, RRC Harus Jamin Tidak Campuri Urusan Dalam Negeri Indonesia

SELASA 23 DESEMBER 1986 Pukul 09.30 pagi ini, selama satu jam Presiden Soeharto menerima kunjungan senator Amerika Serikat, Stephen Solarz, yang didampingi oleh Duta Besar Paul Wolfowitz. Dalam pembicaraan dengan Ketua Sub-komisi Urusan Luar Negeri untuk Asia dan Pasifik itu Kepala Negara telah mengemukakan pandangan Indonesia mengenai berbagai persoalan di kawasan ini, disamping hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Mengenai masalah regional, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa Indonesia tetap mengharapkan ditariknya semua pasukan Vietnam dari Kamboja, sehingga rakyat Kamboja dapat menentukan masa depannya sendiri. Dalam hubungan ini Presiden mengharapkan bahwa pembaharuan yang terjadi dalam pucuk pimpinan Partai Komunis Vietnam akan menyebabkan Vietnam meninjau kembali kehadiran pasukannya di Kamboja, sehingga tidak membebani perekonomian Vietnam sendiri.
Presiden juga menjelaskan mengenai hubungan RI-RRC kepada Senator Solarz. Dalam hal ini Kepala Negara menegaskan bahwa hubungan diplomatik dengan Cina tidak akan dicairkan tanpa RRC terlebih dahulu memberikan jaminan bahwa negara itu tidak campur tangan lagi dalam masalah dalam negeri Indonesia, termasuk tidak memberi dukungan terhadap PKI yang telah dibubarkan itu. (AFR)

_____________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 541-542. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.