Sampaikan Pidato Kenegaraan, Presiden Soeharto Paparkan Capaian Pembangunan[1]
SABTU, 15 AGUSTUS 1987 Pada jam 10.00 pagi ini Presiden Soeharto menyampaikan Pidato Kenegaraan didepan sidang paripurna terbuka DPR. Acara ini sekaligus menandai pembukaan masa persidangan pertama DPR untuk tahun 1987/1988.
Dalam pidatonya, Kepala Negara menggambarkan hal-hal yang telah dicapai selama ini dalam berbagai bidang. Dalam bidang politik, langkah penting yang telah dilakukan Indonesia adalah melaksanakan pemilihan umum yang baru lalu; ini berarti telah empat kali putaran siklus kepemimpinan nasional dibawah naungan UUD 1945. Dikatakannya bahwa pemilihan umum ini merupakan usaha yang sungguh-sungguh untuk terns menghidupkan dan menyegarkan kehidupan demokrasi dan kehidupan konstitusional.
Langkah penting berikutnya dalam bidang politik ialah agar semua kekuatan politik dan organisasi masyarakat menyiapkan diri sebaik-baiknya dalam bidang masing-masing dengan program-program yang akan diperjuangkan dalam Sidang Umum MPR dan kemudian melaksanakan program umum nasional yang berupa GBHN sebagai hasil sidang umum MPR tahun depan. Untuk itu semua kekuatan sosial politik dan organisasi kemasyarakatan perlu menyusun kembali program mereka dalam rangka melaksanakan GBHN yang akan ditetapkan MPR nanti.
Dalam bidang ekonomi, dikatakan oleh Presiden bahwa keadaan ekonomi kita memang berat. Namun ketahanan ekonomi Indonesia yang kita pupuk selama bertahun-tahun sebelumnya ternyata cukup kuat, sehingga marnpu meringankan beban yang berat dewasa ini. Bahkan lebih dari itu, kita juga masih berhasil mencapai berbagai kemajuan. Daya tahan ekonomi dana kemajuan-kemajuan itu tarnpak dalam berbagai bidang.
Inflasi dapat tetap terkendali, sehingga dalam tahun 1986 yang lalu mencapai sekitar 9%. Tingkat inflasi itu masih cukup untuk menjaga kestabilan ekonomi dan memelihara gerak pembangunan.
Dalarn bidang pertanian, tingkat swasembada beras yang telah kita capai beberapa waktu yang lalu tetap dapat kita pertahankan. Selarna beberapa tahun terakhir, produksi beras kita terus meningkat, dan mencapai lebih dari 26,7 juta ton pada tahun 1986. Kenaikan produksi ini masih kecil jika dibandingkan dengan 0,9% dengan kenaikan jumlah penduduk sebesar 2% per tahun. Hal ini menyadarkan kita bahwa pembangunan pertanian tetap harus mendapat perhatian yang besar. Dalam rangka inilah maka kita harus terus meningkatkan produksi pertanian dengan menggerakkan berbagai usaha.
Sejalan dengan kemajuan pertanian, perkembangan dan pertumbuhan industri kita mengalarni kemajuan yang membesarkan hati. Tanda yang paling kuat adalah makin besarnya sumbangan industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sejak tahun 1984 laju pertumbuhan industri dapat melarnpaui laju pertumbuhan nasional. Tanda penting lainnya adalah terobosan yang berhasil dilakukan oleh sejumlah industri kita ke pasaran dunia. Dewasa ini, misalnya, kita menjadi negara pengekspor kayu lapis terbesar di dunia. Berbagai jenis hasil industri kita yang makin kuat memasuki pasaran dunia, antara lain adalah tekstil dan pakaian jadi, produk-produk industri kimia seperli semen, pupuk, kertas, ban, dan lain sebagainya. Demikian juga produk dari industri logam dasar, seperti besi baja.
Kemajuan-kemajuan penting lainnya tampak makin nyata dalam kemampuan rancang bangun dan rekayasa industri. Sekarang kita mulai mampu membuat komponen-komponen mesin, peralatan, dan membangun pabrik-pabrik tertentu, mulai dari pembuatan mesin dan peralatan yang menggunakan teknologi sederhana sampai teknologi maju.
Dalam bidang perhubungan, kita telah membangun jalan-jalan yang menghubungkan daerah produksi dan pemasaran, yang memperlancar hubungan ekonomi dan lalu lintas masyarakat sampai ke pelosok-pelosok. Kita telah membangun bendungan-bendungan dan irigasi yang mengairi sawah-sawah. Kita telah membangun pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang menggerakkan pabrik-pabrik, industri-industri, dan menerangi rumah dan desa-desa. Kita telah membangun pelabuhan udara dan pelabuhan laut, malahan sampai ke daerah-daerah terpencil. Kita telah membangun jaringan telekomunikasi, yang dapat menghubungkan satu kota dengan kota lain, malahan sampai ke seluruh dunia.
Demikian antara lain gambaran yang disampaikan Kepala Negara. (AFR)
____________________________
[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 16 Maret 1983 – 11 Maret 1988”, hal 635-637. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003