PRESIDEN JAMIN KEKAYAAN ALAM TAK AKAN DIKURAS HABIS

PRESIDEN JAMIN KEKAYAAN ALAM TAK AKAN

DIKURAS HABIS [1]

 

Jakarta, Merdeka

Presiden memberikan jaminan bahwa penggalian sumber kekayaan alam seperti minyak dan tambang lainnya, kayu dan lain2 tidak akan dikuras habis dalam waktu yang pendek. “Penggalian sumber tambang dan kekayaan hutan telah kita perhitungkan,” kata Presiden, agar tidak meninggalkan bumi yang miskin kepada generasi yang akan datang. Jaminan Kepala Negara itu dikemukakannya ketika ia meresmikan pipa saluran minyak dan tempat penampungan minyak Rewulu, Yogyakarta, Senin pagi.

Diungkapkan oleh Kepala Negara bahwa dalam menggali kekayaan tambang dan kekayaan alam lainnya mungkin dalam banyak hal perlu menggunakan modal dan ketrampilan bangsa lain selama bangsa sendiri belum mampu. Akan tetapi hal ini tidak berarti dan tidak perlu membuat Indonesia kehilangan harga diri dan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.

Dengan bekerja sama itu justru kita harus pandai mengalami segala macam pengalaman dan pengetahuan yang diperlukan. Bangsa yang ingin maju harus berani belajar cara-cara baru yang memungkinkan dipercepatnya kedatangan kemajuan tadi.

Tanpa keberanian dan kesadaran yang demikian segala kekayaan alam akan lebih lama terpendam yang berarti juga memperpanjang perjalanan Indonesia dalam mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Untuk mengejar kemajuan dan kesejahteraan perlu dimanfaatkan segala usaha yang mungkin, tanpa kehilangan dasar dan arah pembangunan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan.

Peranan

Lebih jauh Kepala Negara mengatakan bahwa peranan minyak bumi dalam pembangunan tampak dengan cepat bertambah besar. Produksi minyak bumi yang bertambah besar telah memungkinkan terjaminnya keperluan bahan bakar bagi masyarakat luas, yang terang besar pula artinya bagi pemeliharaan stabilisasi ekonomi “setidak-tidaknya” ujar Presiden.

Dengan cukup tersedia dan tersalurnya bahan bakar yang sangat penting ini goncangan2 yang mengganggu stabilitas batas tertentu. Namun demikian, kata Presiden pula, kewaspadaan perlu dilakukan guna bersiap2 menghadapi akibat perekonomian baru dari luar yang bersumber pada krisis bahan bakar dunia, yang tampaknya akan memberi pukulan lagi pada perekonomian dunia.

Bebas

Selanjutnya dikatakan oleh Presiden bahwa Indonesia bersyukur dikaruniai oleh Tuhan dengan kekayaan minyak, dan harns bergembira bahwa kemampuan kita dalam manfaatkan bertambah hari bertambah besar. Indonesia hanya bebas dari ancaman kekurangan bahan bakar yang dapat melumpuhkan ekonomi, malahan keuangan negara bertambah besar hasilnya dari minyak ini.

Dikatakan pula oleh Kepala Negara bahwa prakarsa2 yang dilakukan oleh Pertamina ini adalah sejalan dengan semangat kemajuan pembangunan. (DTS)

Sumber: MERDEKA (11/12/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 255-256.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.