1982-11-08 Karena Dianggap Tidak Mendidik, Presiden Soeharto Menolak Lencana Bertuliskan Bapak Pembangunan Diperjualbelikan

Karena Dianggap Tidak Mendidik, Presiden Soeharto Menolak Lencana Bertuliskan Bapak Pembangunan Diperjualbelikan

SENIN, 8 NOVEMBER 1982 Presiden Soeharto tidak dapat menerima dan tidak menginginkan lencana yang bergambar Presiden RI dilengkapi dengan kata-kata “Bapak Pembangunan Nasional” diperjualbelikan. Hal itu dianggap Kepala Negara sebagai tidak mendidik dan tidak memberikan bimbingan dalam proses demokrasi yang sehat, bahkan mendahului keputusan sidang umum MPR. Presiden menginginkan agar segala keinginan dan kehendak rakyat dan berbagai kalangan masyarakat itu disalurkan melalui sistem demokrasi yang mencapai puncak kegiatannya pada Sidang Umum MPR. Demikian dikatakan Menteri Penerangan Ali Murtopo setelah menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha pagi ini. (AFR)

***

___________________________

Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983”, hal 609. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta, Tahun 2003

http://sifastore
Presiden Soeharto merupakan kader terbaik bangsa yang keseluruhan hidupnya dihabiskan untuk membangun bangsa ini. Mulai dari perjuangan fisik pada era kemerdekaan hingga perjuangan terwujudnya Tinggal Landas.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses