JAMAAH MUSLIMIN SAMBUT BAIK PIDATO PRESIDEN

JAMAAH MUSLIMIN SAMBUT BAIK PIDATO PRESIDEN

Sejarah membuktikan, dijadikannya agama sebagai asas/ciri partai politik ternyata hanya dijadikan alat perlombaan mengelabui muslimin untuk memenuhi ambisi kekuasaan dan kekayaan pribadi semata, demikian siaran pers Majlis Kuttab Jamaah Muslimin (Hizbullah) hari Rabu, yang ditandatangani Kaatib (sekretaris) Siradjuddin Arsjad.

Menurutnya, Jamaah Muslimin menyambut baik dan menganggap sangat bijaksana pidato kenegaraan Presiden Soeharto di hadapan sidang MPR tgl 1 Oktober lalu di mana dinyatakan bahwa organisasi2 keagamaan tetap mempunyai hak dan tempat terhormat di Indonesia.

Dari jiwa pidato tsb Presiden berkeinginan agar pelaksanaan keagamaan di Indonesia berjalan murni. Di bidang kehidupan kenegaraan Presiden mengharapkan agar semua kekuatan Sospol khususnya parpol dan Golkar hanya mempunyai satu asas, yaitu Pancasila.

Sedang dalam kehidupan keagamaan dianjurkan berjalan secara murni dan tidak tercampur dengan masalah2 kenegaraan.

Hizbullah sejak tahun 56 menurutnya telah menyatakan pendirian, bahwa Islam bukan untuk dijadikan asas/ciri perjuangan politik, tetapi sebagai wahyu Allah SWT untuk diamalkan sesuai dengan contoh Nabi Muhammad SAW, demikian Siradjuddin. (RA).

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (07/10/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 848.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.